BOYOLALI, SOLOBALAPAN.COM - Siapa sih yang tidak tahu, kalau Boyolali memang dikenal sebagai Gudang kuliner soto.
Jika Anda melewati kawasan di sepanjang Jalan Pandaranan, Kecamatan Boyolali, maka pemandangan warung makan yang menjual menu khusus soto menjamur di sepanjang jalan adalah hal yang biasa.
Bahkan warung-warung kecil juga tak luput menjual menu soto.
Soto, menu makanan berkuah satu ini, memamng jadi hidangan yang cocok di semua lidah masyarakat.
Apalagi jika menyangkut Soto Boyolali, yang sampai saat ini tercatat sudah membuka cabang di kawasan Solo Raya hingga kota-kota besar.
Rasanya yang kaya rempah namun, tetap berkuah bening memang cocok dinikmati diberbagai cuaca.
Sementara itu di kota asalnya yakni Boyolali, hidangan soto dapat dengan mudah ditemui.
Bahkan menu tersebut sudah menjadi salah satu kuliner lokal andalan khas daerah.
Soto Boyolali punya kuah yang cenderung bening dan tidak terlalu banyak minyak, membuatnya khas daripada soto-soto yang lain.
Campuran dari rempah bunga lawang, kapulaga, pala hingga kayu manis membaur sempurna dalam semangkuk kuah yang panas.
Kesegaran kuah berbumbu rempah tersebut bisa dirasakan dalam setiap seruputan di semangkuk soto.
Rempah-rempah menjadi salah satu komponen utama nikmatnya sajian ini.
Komponen penting lainnya di dalam satu mangkuk soto adalah karbohidratnya, yakni seporsi nasi yang membuat perut kenyang.
Kemudian ditambahkan dengan irisan daging ayam atau sapi yang menambah selera makan.
Lalu toping lain seperti kecambah, irisan daun seledri serta bawang goreng akan menambah nikmat saat menyantap makanan lokal ini.
Jika suka rasa yang asam bisa ditambahkan jeruk perasan jeruk nipis.
Tentu saja, selain soto akan tambah lengkap jika disajikan dengan camilan lainnya.
Seperti tempe atau tahu goreng, uritan, usus ayam dan lainnya.
Deretan pendamping soto hampir selalu disediakan di warung-warung yang menjual menu Soto Boyolali.
Ternyata, citarasa soto Boyolali ini tidak lepas dari resep turun-temurun pelaku kuliner.
Legenda soto Boyolali dimulai dari Soto Segeer Mbok Giyem. Warung soto legend ini sudah berdiri sejak 1950.
Melegenda hingga kini dan diteruskan ke anak-anaknya, salah satunya, Soto Segeer Hj Fatimah.
Satu mangkok soto seger berisi nasi, kecambah, irisan daging, seledri dan bawang goreng.
Hero Novianto, anak dari Hj Fatimah mengungkap bahwa rahasia kenikmatan soto seger khas Boyolali terletak pada resep rahasianya.
Kini, soto segeer Hj Fatimah bisa ditemui di Jalan Pandanaran, Boyolali Kota.
Penamaan Mbok Giyem sendiri diambil dari nama sang nenek, Giyem yang dikenal sebagai pedagang sate kambing.
“Kuncinya pada daging sapi yang digunakan dalam racikan soto ini. Daging yang kita pakai hanya bagian paha belakang saja. Sebab daging tersebut memiliki tekstur yang empuk,” ungkapnya.
Rebusan daging sapi khusus tersebut menambah gurih dan kuah yang 'ngaldu'.
Apalagi bagian daging paha belakang memang minim lemak.
Warung soto milik Hero yang sudah turun temurun dari sang ibu dan kini diteruskannya itu sudah dibuka sejak 1998.
Meski berawal dari warung soto sederhana, kini, sudah ada sepuluh cabang soto seger ini.
Dalam sehari, tiap cabang bisa menjual hingga 300 porsi soto.
Dia menceritakan, bagaimana sang ibu bisa menemukan resep keluarga yang membawanya menjadi pengusaha soto ternama di kawasan Boyolali dan sekitarnya itu.
Awalnya, sang ibu terus mencoba dan mengutak-atik bahan membuat kuah soto. Hingga akhirnya ditemukan resep dan cara penyajian yang pas.
“Dulu awal jual harganya masih Rp3 ribu per porsi. Lalu akhirnya karena ramai, banyak juga yang jualan soto. Sampai pada 2015, karena ibu pengen punya brand sendiri, nama warung Soto Mbok Giyem diganti dengan Hj Fatimah,” ungkapnya.
Salah satu warga asal Sragen, Sholiqul mengaku selalu menyempatkan untuk mencicip hidangan Soto Boyolali.
Dia mengaku sudah menjelajah ke beberapa warung soto yang ada di Boyolali. Menurutnya, cita rasa soto yang disajikan di Sragen berbeda dengan soto Boyolali. Menurutnya, kuahnya cenderung lebih kaya rempah.
“Kalau mampir Boyolali memang selalu menyempatkan ke sini. Kuahnya tidak banyak minyak tapi rempahnya sangat kerasa. Selain itu, banyak pilihan lauknya, seperti ati ampela, paru, kikil dan gorengan, jadi tambah nikmat,” jelasnya. (rgl/lz)
Editor : Laila Zakiya