Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo

Pemdes Karanganom Klaten Kembangkan Budidaya Melon, Perkuat Ketahanan Pangan Desa!

Angga Purenda • Rabu, 13 November 2024 | 00:29 WIB
Budidaya Melon di Klaten.
Budidaya Melon di Klaten.

SOLOBALAPAN.COM - Pemerintah Desa (Pemdes) Karanganom, Klaten, terus berupaya memperkuat ketahanan pangan di wilayahnya dengan mengembangkan budidaya buah melon di tanah kas desa seluas 3.000 meter persegi. P

ada Selasa (12/11) pagi, panen raya untuk pertama kalinya berhasil dilaksanakan.

“Kegiatan panen raya buah melon ini merupakan bagian dari ketahanan pangan desa kami. Apalagi ketahanan pangan kan program dari pusat, maka otomatis desa harus melaksanakan program ini. Alhamdulillah di 2024 ini bisa melaksanakan,” ujar Kepala Desa Karanganom, Tri Handayani, saat ditemui radarsolo.com di sela-sela panen raya.

Tri Handayani menjelaskan bahwa penanaman melon ini sempat mengalami kendala. Awalnya direncanakan pada April-Mei 2024, namun terpaksa mundur ke Juli 2024 karena harus menunggu anggaran dari dana desa.

Menanam di lahan tanah kas desa yang sebelumnya disewa oleh warga dengan ditanami padi dan jagung,

Pemdes Karanganom kini memanfaatkannya untuk budidaya melon jenis New Ceria dan Kujang. Meski ada keterlambatan, tanaman tersebut tetap berhasil dipanen.

 

“Rencananya buah melon yang dipanen akan kami jual. Dikarenakan sudah ada pembeli yang berdatangan. Nantinya, hasil dari penjualan buah melon yang dipanen ini akan menjadi Pendapatan Asli Desa (PADes),” ujar Tri Handayani.

Ia juga menjelaskan bahwa program penanaman melon tersebut merupakan rencana dari kepala desa sebelumnya yang telah digagas sejak 2022, namun baru bisa terealisasi pada 2024 di masa kepemimpinannya.

Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Desa Karanganom, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Klaten, Setiyanto, menambahkan bahwa budidaya melon menggunakan lahan seluas 2.000 meter persegi, sedangkan untuk budidaya semangka seluas 1.000 meter persegi.

“Sebenarnya kami hendak mengembangkan budidaya melon jenis Amanda, tetapi karena belum tersedia maka ambil New Ceria dan Kujang ini. Untuk tanaman melon yang kami tanam sejumlah sekira 3.500 batang,” ujar Setiyanto.

Baca Juga: Masih Ingat Siapa Delisa? Korban Tsunami Aceh 2024 yang Kini Sukses Bekerja di Bank Ternama Indonesia, Filmnya Bikin Gagal Move On!

Lebih lanjut, Setiyanto mengungkapkan, penanaman melon dibagi dalam lima bagian dan diperkirakan hasil panennya mencapai 4-5 ton.

Sedangkan, untuk semangka jenis Bali Flower yang ditanam sebanyak 700 batang, panennya akan menyusul karena mengalami keterlambatan penanaman.

“Tapi fokusnya memang melon dulu karena dibutuhkan perawatan ekstra. Kami lakukan pemupukan lima hari sekali,” ujarnya. (ren)

Editor : Nindia Aprilia
#Melon #klaten #budidaya #ketahanan pangan