SOLOBALAPAN.COM - Di Colomadu, Karanganyar, ada satu jenis kudapan tradisional yang kembali digemari, bahkan menjadi favorit beberapa artis.
Disebut tenongan, kudapan ini menggabungkan berbagai jenis jajanan pasar dalam satu wadah, menjadikannya pilihan sempurna untuk menjamu tamu atau sebagai camilan di acara-acara istimewa.
Tenongan khas ini disajikan dalam beragam kemasan menarik, mulai dari daun pisang, kulit jagung (kelobot), hingga wadah plastik sederhana.
Penyajiannya yang cantik dan tradisional inilah yang menjadi daya tarik bagi para penggemarnya. Maharini Mutiara Asri, seorang pengusaha tenongan asal Desa Gedongan, Colomadu, sudah bertahun-tahun menekuni usaha ini, dan kini kudapan buatannya menjadi langganan bagi artis yang berkunjung ke Solo dan Karanganyar.
“Saya mulai dari usaha kecil-kecilan yang dipasarkan ke teman-teman dekat, tapi sekarang berkembang menjadi bisnis lebih besar. Para artis, seperti Lesti Kejora dan Afgan, bahkan memesan sendiri saat tampil di Solo dan Karanganyar,” cerita Maharini.
Tak hanya artis, camilan tenongan Maharini juga kerap hadir di acara pemerintahan, termasuk di acara Pemkot Solo.
Selain kepraktisannya, tenongan Maharini disukai karena keanekaragamannya. Menu klasik seperti klepon, lumpia, risol, jenang mutiara, aneka apem, dan nagasari dibungkus rapi dalam daun pisang, mengundang nostalgia bagi banyak orang.
Maharini menjelaskan, harga satu porsi tenongan berkisar antara Rp 75.000 hingga Rp 200.000, tergantung isian dan jumlah porsi yang diinginkan.
“Setiap pesanan bisa dikustom sesuai selera, jadi jika ada yang khusus menginginkan klepon atau nagasari lebih banyak, kami akan utamakan isian sesuai pesanan,” ujar Maharini, menutup pembicaraan. (rud/an)
Editor : Andi Aris Widiyanto