Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo

Spot Bunga Tabebuya di Karanganom Klaten Jadi Incaran Wisatawan! Viral Dadakan Bikin Pedagang Panen Untung!

Angga Purenda • Kamis, 3 Oktober 2024 | 01:05 WIB
Spot bunga Tabebuya di Kota Klaten viral.
Spot bunga Tabebuya di Kota Klaten viral.

SOLOBALAPAN.COM - Deretan bunga tabebuya yang tengah bermekaran di sepanjang Jalan Desa Soropaten, Klaten, dalam beberapa hari terakhir menarik perhatian banyak orang.

Pesona bunga berwarna putih dan ungu tersebut sekilas mirip bunga sakura di Jepang, sehingga membuat para warga dan pengunjung yang melintas tidak ingin melewatkan momen untuk berswafoto di tempat itu.

Kondisi sepanjang 200 meter jalan tersebut memang dipenuhi oleh bunga tabebuya yang sedang mekar di sisi kanan-kiri jalan.

Banyak pengunjung yang akhirnya berhenti sejenak untuk berfoto atau membuat konten video dengan latar belakang bunga tabebuya yang tampak menawan.

Berdasarkan informasi yang dikutip melalui Radarsolo.com, mekarnya bunga tabebuya di Desa Soropaten ini sudah menjadi tahun kedua berturut-turut.

Tahun lalu, fenomena yang sama juga terjadi, tetapi tidak seviral sekarang. Keindahan bunga tabebuya ini semakin dikenal publik setelah video pemandangannya beredar di Instagram.

Hal ini menarik ratusan pengunjung dari berbagai daerah untuk datang melihat langsung dari pagi hingga sore hari.

Rini (21), salah satu pengunjung asal Karanganom, Klaten, mengaku sering melewati ruas jalan desa tersebut setiap kali berangkat bekerja.

Namun, baru kali ini ia menyempatkan diri berhenti untuk berfoto bersama temannya di antara bunga-bunga tabebuya yang bermekaran.

"Kalau pagi sebenarnya sudah ramai. Tapi saya biasanya langsung ke tempat kerja. Kebetulan ini setelah pulang, saya mampir sebentar untuk foto-foto," ujar Rini, Rabu (2/10).

Ia menambahkan, deretan bunga tabebuya yang sedang mekar ini menjadi spot foto yang sangat menarik. Tidak heran banyak orang yang datang, bahkan membuat video atau konten lainnya.

Baca Juga: Kuliner Viral: Rasakan Kenikmatan Tahu Kupat Bu Endang di Klaten! Disuguhkan Bersama Segarnya Teh Poci Hangat!

"Ambil foto di sore hari memang bagus, tapi ramai sekali. Kalau pagi atau siang, pengunjung belum terlalu banyak, jadi lebih puas untuk berfoto," ujarnya lagi.

Rini berharap, bunga tabebuya ini bisa terus dirawat agar tetap terjaga keindahannya, mengingat mekarnya hanya terjadi setahun sekali.

Pengunjung lainnya, Dinda (33), yang datang bersama anaknya juga menyampaikan harapannya. Menurutnya, bunga tabebuya di Kecamatan Karanganom dulu pernah bermekaran di lokasi lain, namun sekarang sudah tidak ada lagi.

"Saya berharap di Soropaten ini bisa terus dijaga dan dirawat, karena pemandangannya memang indah," kata Dinda.

Selain keindahan bunganya, akses menuju lokasi juga sangat mudah dan gratis untuk umum, sehingga tidak heran jika pengunjung yang datang bisa mencapai ratusan orang setiap harinya.

Kehadiran para pengunjung tersebut ternyata juga membawa berkah tersendiri bagi para pedagang kaki lima (PKL) yang mulai berdatangan sejak Selasa (1/10) sore.

Salah satu pedagang yang merasakan untung besar adalah Arif (34), yang biasanya berjualan di Ngepoh, Delanggu, namun kali ini memilih untuk menjajakan dagangannya di Soropaten.

"Saya jualan di sini coba-coba saja. Tapi ternyata pengunjungnya ramai. Biasanya jualan di Ngepoh, Delanggu, tapi sekarang pindah sementara ke sini," ujar Arif yang berasal dari Ngabeyan, Karanganom.

Arif mulai berjualan dari pukul 14.00 dan keramaian pengunjung dimanfaatkan dengan baik untuk menawarkan aneka sate bakar yang bisa dinikmati di bawah deretan bunga tabebuya yang bermekaran.

 

"Saya lupa tadi bawa berapa tusuk, tapi penjualannya sangat ramai sekali. Persediaan yang saya bawa seperti biasanya, tapi ternyata laris," ujarnya.

Sebagai pedagang, Arif berharap agar lokasi yang sedang viral ini bisa dikelola dengan baik oleh pihak terkait, termasuk penataan lapak para pedagang agar lebih rapi.

"Yang penting bisa jaga kebersihan juga, karena kami di sini hanya sebagai tamu yang sedang mencari rezeki," tuturnya.

Hal serupa juga diungkapkan Mujahid (43), pedagang asal Brangkal, Karanganom. Baru pertama kali buka, dagangannya sudah laris manis.

"Alhamdulillah, baru buka langsung ramai. Sudah nggak kehitung berapa gelas yang terjual. Tapi yang pasti ramai, Alhamdulillah rezekinya," kata Mujahid sambil tersenyum puas. (ren)

Baca Juga: Berapa Jauh Jarak Stasiun Solo Balapan ke Wisata Masjid Sheikh Zayed? Ternyata Cuma 10 Menitan Loh, Yuk Cek Info Lengkapnya!

Editor : Nindia Aprilia
#klaten #untung #bunga tabebuya #wisatawan #wisata viral #karanganom #pedagang