Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Kuliner Viral: Rasakan Kenikmatan Tahu Kupat Bu Endang di Klaten! Disuguhkan Bersama Segarnya Teh Poci Hangat!

Angga Purenda • Minggu, 22 September 2024 | 03:00 WIB
Sajian tahu kupat telur dengan teh poci di Desa Pluneng, Kecamatan Kebonarum, Klaten.
Sajian tahu kupat telur dengan teh poci di Desa Pluneng, Kecamatan Kebonarum, Klaten.

SOLOBALAPAN.COM - Setelah merasakan kesegaran air di Umbul Pluneng, Kecamatan Kebonarum, Klaten, jangan lewatkan kesempatan untuk mencicipi kuliner khas yang sudah menjadi legenda di daerah tersebut adalah Tahu Kupat Bu Endang Pluneng.

Beroperasi sejak tahun 1985, warung ini menawarkan cita rasa otentik perpaduan manis dan gurih yang selalu diiringi dengan sajian teh poci hangat, menjadikannya destinasi kuliner yang wajib disinggahi.

Terletak hanya sekitar 350 meter dari Umbul Pluneng, warung Tahu Kupat Bu Endang yang berada di tepi Jalan Kebonarum-Karangnongko menjadi magnet bagi wisatawan lokal dan mancanegara.

Saat tim radarsolo.com berkunjung, Lestari (50), generasi ketiga yang kini mengelola warung tersebut, menyambut dengan ramah. Ia merupakan penerus dari usaha keluarga yang sudah dijalankan turun-temurun.

“Bu Endang (generasi kedua) sudah lanjut usia, jadi saya yang melanjutkan di warung. Tapi, usaha ini dimulai oleh Mbah Trimo sejak tahun 1985. Tahu kupat sudah dijajakan sejak dulu,” kata Tari, sapaan akrab Lestari, kepada radarsolo.com, Jumat (20/9).

Warung Tahu Kupat Legendaris

Sejak didirikan oleh Mbah Trimo, warung ini menjadi tempat kuliner favorit warga setempat.

Bahkan, di masa awalnya, warung ini buka selama 24 jam penuh karena sedikitnya warung makan pada saat itu.

Selain tahu kupat, menu yang ditawarkan pada saat itu termasuk nasi pecel, nasi bandeng, dan sambal.

Kini, selain tahu kupat, Tari juga menawarkan menu tambahan seperti gado-gado, mie goreng, dan mie rebus.

“Dulu, Mbah Trimo menjual tahu kupat karena sering membeli makanan serupa saat bekerja di daerah Gondang. Setelah pensiun, ia memutuskan untuk berjualan tahu kupat. Warung pertama kami terbuat dari gedhek (anyaman bambu) yang berada di sawah,” kenang Tari.

Baca Juga: Indra Septiarman Akui Lakukan Rudapaksa dan Habisi Nyawa Nia Kurnia Sari! Sempat Siapkan Tali untuk Mengikat Korban!

Meski kini warung tersebut sudah lebih modern, lokasinya tetap sama sejak pertama kali berdiri.

Tari mulai mengelola usaha keluarga ini sejak muda dan kini telah memproduksi kupat sendiri setiap hari sejak pukul 02.00 pagi, dibantu oleh dua karyawannya.

Setiap harinya, sekitar 10-15 kilogram beras digunakan untuk membuat kupat. Warung baru dibuka untuk melayani pelanggan mulai pukul 08.00 hingga 17.00 WIB.

Sajian Tahu Kupat

Baca Juga: Vadel Badjideh Sampaikan Pesan Romantis Ini ke Lolly Usai Tak Jalin Komunikasi Selama Dua Hari! Nikita Mirzani Marah Banget!

Tahu kupat yang dijual Tari memiliki komposisi sederhana namun kaya rasa. Setiap porsi terdiri dari kupat, tahu goreng, kubis, kecambah, seledri, dan bawang goreng, kemudian disiram kuah manis dari gula jawa.

"Kuahnya tidak terlalu kental tapi juga tidak terlalu cair," ungkap Tari. Bagi pelanggan yang ingin variasi, warung juga menawarkan tambahan irisan bakwan dan telur goreng, baik dadar maupun ceplok, sesuai selera.

Satu porsi tahu kupat dibanderol dengan harga Rp 13.000. Jika ingin menambahkan telur, harganya menjadi Rp 18.000, sedangkan dengan bakwan harganya menjadi Rp 20.000.

"Kami sesuaikan dengan keinginan pelanggan," tambahnya.

Kuliner Favorite Wisatawan

Pada hari biasa, Tari melayani sekitar 100 porsi tahu kupat per hari. Namun, saat akhir pekan, jumlah tersebut bisa melonjak hingga dua kali lipat menjadi 200 porsi.

Warung ini tidak hanya menjadi favorit warga Klaten, tetapi juga menarik pelanggan dari Solo, Sukoharjo, Jogja, hingga turis asing.

"Banyak juga wisatawan yang mampir setelah berenang di Umbul Pluneng. Bahkan, beberapa turis asing yang berwisata di Candi Prambanan sering diantar ke sini oleh pemandu wisata mereka. Saya pernah kedatangan pelanggan dari Belanda yang kebetulan sedang berada di Indonesia," ujar Tari dengan bangga.

Baca Juga: Berapa Jauh Jarak Stasiun Solo Balapan ke Wisata Kampung Batik Laweyan? Ternyata Cuma 15 Menitan Loh, Yuk Cek Info Lengkapnya!

Tidak hanya tahu kupat, teh poci dengan gula batu yang disajikan hangat menjadi minuman pendamping khas di warung ini sejak 1985. Sajian teh poci ini dibanderol dengan harga Rp 6.000 per gelas.

Sebagai penerus bisnis keluarga, Tari sudah menyiapkan generasi selanjutnya. Anaknya kini turut membantu menjalankan warung, menjamin kelangsungan warisan kuliner legendaris ini.

Bagi siapa pun yang berkunjung ke Umbul Pluneng, warung Tahu Kupat Bu Endang menjadi tempat yang tepat untuk mengisi perut setelah berwisata.

Dengan cita rasa autentik dan sejarah panjang, warung ini akan terus menjadi tujuan favorit para pecinta kuliner dari berbagai daerah. (ren)

Editor : Nindia Aprilia
#legendaris #umbul pluneng #Bu Endang #teh poci #tahu kupat #kuliner viral