Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Kuliner Viral: Sompil Jadi Salah Satu Kuliner Tradisional di Klaten, Ternyata Masih Ada yang Jual Loh! Berikut Lokasi Lengkapnya!

Angga Purenda • Sabtu, 14 September 2024 | 18:21 WIB
Proses memproduksi sompil dan menyajikan seporsi hidangan sompil kepada pelanggan di Desa Gondangan, Kecamatan Jogonalan, Klaten
Proses memproduksi sompil dan menyajikan seporsi hidangan sompil kepada pelanggan di Desa Gondangan, Kecamatan Jogonalan, Klaten

SOLOBLAPAN.COM - Di teras rumah sederhana di Desa Gondangan, Kecamatan Jogonalan, Klaten, terdapat warung makan yang menawarkan kuliner tradisional langka bernama sompil.

Makanan khas ini terbuat dari beras yang dibungkus dengan daun bambu apus berbentuk segitiga dan direbus selama sekitar dua jam.

Meskipun dulunya sompil hanya disajikan setahun sekali saat bulan Syawal, pasangan suami-istri Sri Hartini (65) dan Sukoco (76) memutuskan untuk menyajikannya setiap hari di warung mereka, yang diberi nama "Sompil Bu Sri Koco."

Sukoco, yang mulai berjualan pada 2008 setelah gempa Yogyakarta 2006, menceritakan bahwa ia ingin melestarikan kuliner tradisional ini agar tidak punah.

"Dulu, sompil hanya bisa dinikmati saat Syawal. Karena itu, saya ingin memproduksinya setiap hari supaya tetap ada," ujarnya saat ditemui pada Jumat (13/9).

Setiap hari, ia mengolah sekitar 4 kilogram beras menjadi sekitar 400 porsi sompil.

Ketika berkunjung ke warung "Sompil Bu Sri Koco," pelanggan bisa menikmati potongan sompil yang disajikan dengan opor, sambal goreng krecek, suwiran daging ayam, serta taburan ducang atau sambal kedelai dan kacang.

Lauknya pun beragam, dari telur rebus hingga ayam paha bawah utuh yang dimasak dengan bumbu rempah. Harga per porsinya berkisar antara Rp 10.000 hingga Rp 13.000.

Warung ini mulai buka pukul 11.00 dan biasanya sudah dipenuhi pelanggan yang ingin menikmati sompil.

Meski rencananya buka hingga sore, warung ini kerap tutup lebih awal sekitar pukul 14.00 karena habisnya stok.

 

Baca Juga: Kuliner Viral: 5 Rekomendasi Minuman Sehat yang Bisa Disajikan untuk Anak saat Weekend! Pastinya Hemat dan Anti Ribet!

Bentuk segitiga dari sompil, menurut Sukoco, mirip dengan keong sehingga dulu disebut juga "keong sompil."

Sompil memiliki keunikan tersendiri jika dibandingkan dengan ketupat atau lontong.

Selain bungkusnya yang terbuat dari daun bambu apus, sompil juga memiliki cita rasa yang gurih dan aroma khas yang muncul setelah direbus.

Tidak seperti ketupat yang dibungkus daun kelapa atau lontong dengan daun pisang, sompil menghadirkan pengalaman kuliner yang berbeda.

Kuliner tradisional ini pernah mengantarkan Sukoco memenangkan perlombaan kuliner khas Klaten pada saat peresmian Pasar Gedhe Klaten pada 2023.

Pelanggannya datang tidak hanya dari sekitar Klaten, tetapi juga dari Jogja, Solo, dan Boyolali.

Permintaan sompil biasanya meningkat menjelang Lebaran dan Syawalan, yang membuat Sukoco semakin bertekad untuk terus melestarikan kuliner langka ini.

Sebagai generasi kedua penjual sompil, ia kini juga mulai mengajarkan keterampilan membuat sompil kepada anak-anaknya agar tradisi ini dapat terus berlanjut. (ren)

Editor : Nindia Aprilia
#khas #sompil #tradisional #klaten #kuliner viral