SOLOBALAPAN.COM - Terletak di Desa Pokak, Ceper, Klaten, Sendang Sinongko tidak hanya menjadi tempat favorit untuk memancing, tetapi juga menawarkan pengalaman kuliner unik, yaitu Sego Yuyu Pak Jenggot.
Dikelola oleh Sri Widodo, atau akrab disapa Pak Jenggot, bersama istrinya, Khatarina Puji Astuti, warung ini telah menjadi ikon kuliner selama 25 tahun.
Mereka mengolah yuyu, sejenis kepiting sawah, menjadi hidangan khas yang menggugah selera.
Awalnya, Sri Widodo hanya menangkap ikan untuk dijual, tetapi kini yuyu menjadi sajian utama mereka.
Sego yuyu lahir dari hasil coba-coba Khatarina mengolah tangkapan yuyu yang didapat suaminya setiap malam.
Mulanya yuyu hanya dihidangkan untuk pelanggan yang sudah akrab dengan keluarga ini, namun lambat laun semakin banyak yang ketagihan.
Dengan proses pembersihan yang hati-hati dan penggorengan yang presisi, yuyu yang diolah Rina menjadi renyah dan gurih.
Sajian ini dipadukan dengan nasi, ikan cethul, udang, sambal lombok ijo, dan lauk lain seperti sayur dan jamur.
Setiap porsi Sego Yuyu dihargai Rp 5.000 dan dapat terjual hingga 100 porsi sehari.
Pelanggan datang tidak hanya dari Klaten, tetapi juga dari berbagai kota seperti Bandung, Semarang, dan Solo.
Kepopulerannya semakin meningkat setelah viral di media sosial, membuat pasangan ini kewalahan melayani permintaan yang terus bertambah.
"Rasanya senang melihat banyak pelanggan yang menikmati sego yuyu kami, bahkan sampai dibawa pulang," ujar Rina dengan bangga.
Kini, Sego Yuyu Pak Jenggot menjadi ikon kuliner lokal yang tak hanya menggugah selera tetapi juga memikat hati para pengunjung dari berbagai daerah. (ren)
Editor : Nindia Aprilia