SOLOBALAPAN.COM - Waduk Krisak, yang lebih dikenal sebagai Waduk Tandon, terletak di Kecamatan Selogiri, Wonogiri.
Tempat ini menjadi destinasi favorit warga setempat, terutama di sore hari. Namun, tak hanya sore hari, pagi hari pun Waduk Tandon ramai dikunjungi.
Banyak warga memilih lokasi ini sebagai tempat untuk bersantai dan berolahraga.
Waduk Tandon berada di Dusun Tandon, Desa Pare, Kecamatan Selogiri, hanya sekitar tiga kilometer ke arah utara dari Alun-alun Giri Krida Bakti Wonogiri.
Akses menuju waduk ini pun cukup mudah. Dari pusat kota Wonogiri, perjalanan dengan sepeda motor hanya memakan waktu sekitar 10 menit, dan jalurnya cukup jelas sehingga tidak perlu khawatir tersesat.
Setiap sore, kawasan ini dipenuhi pengunjung. Ada yang datang untuk sekadar bersantai, menikmati suasana sambil duduk-duduk, ada pula yang membeli jajanan dari pedagang di sekitar waduk.
Sebagian pengunjung lainnya memanfaatkan area tersebut untuk jogging atau bersepeda.
Masuk ke area Waduk Tandon tidak dipungut biaya alias gratis. Selain itu, berbagai jajanan juga mudah ditemukan di sini, mulai dari cireng hingga sate ayam yang dijual oleh pedagang keliling.
Namun, penting untuk tetap menjaga kebersihan dengan membuang sampah pada tempatnya, ya traveler!
Saat musim kemarau, Waduk Tandon menawarkan fenomena tahunan yang menarik: dasar waduk yang menghijau karena ditumbuhi rerumputan.
Fenomena ini menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung. Ketika tim koran ini berkunjung pada Jumat (23/8/2024), rerumputan hijau sudah mulai nampak di sebagian dasar waduk, terutama di sisi selatan.
Momen ini dimanfaatkan oleh warga setempat untuk mencari rumput (ngarit) dan menggembalakan ternak mereka.
Bahkan, beberapa anak-anak tampak asyik bermain sepak bola di dasar waduk yang sudah mengering.
Beberapa pengunjung juga menikmati pemandangan ini, bahkan ada yang membawa sepeda motor mereka turun ke dasar waduk yang menghijau.
Namun, pengunjung perlu berhati-hati karena tidak semua bagian dasar waduk sudah mengeras. Beberapa kali, sepeda motor pengunjung terjebak di tanah yang masih basah.
"Surutnya belum lama, mungkin sekitar satu pekan," ujar Surati (54), seorang warga Dusun Tandon, Desa Pare, yang sedang menggembalakan dombanya saat itu.
Surati menjelaskan bahwa hanya area sebelah selatan yang surut, sementara area utara masih digenangi air. Menurutnya, belum banyak warga luar desa yang mengetahui fenomena ini.
"Masih sedikit yang datang. Kalau banyak yang sudah tahu, mungkin tempat ini akan dipenuhi pengunjung," tambahnya.
Waduk Tandon dengan pesona alamnya tetap menjadi pilihan yang menarik untuk dikunjungi, terutama saat musim kemarau ketika dasar waduk yang menghijau memberikan pemandangan unik dan menenangkan. (al)
Editor : Nindia Aprilia