SOLOBALAPAN.COM - Desa Segorogunung, yang terletak di lereng Gunung Lawu, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, tidak hanya memiliki potensi wisata yang menarik bagi wisatawan dalam dan luar negeri, tetapi juga potensi pertanian yang menjanjikan.
Dengan kondisi alam yang sejuk, desa ini memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai sentra hortikultura.
Kepala Desa Segorogunung, Tri Harjono, mengungkapkan bahwa sebagian besar masyarakat desa, yang tersebar di tujuh dusun seperti Dukuh, Mener, Ngledok, Nglerak, Sawit, Sendonorejo, dan Segorogunung, berprofesi sebagai petani.
Sekitar 70-80 persen dari mereka menanam berbagai jenis sayuran sebagai bagian dari pertanian hortikultura.
"Potensi hortikultura di desa Segorogunung sangat besar, dan antusiasme warga untuk berkebun juga tinggi. Kami, dari pemerintah desa, telah membuat program pemanfaatan lahan pekarangan untuk ditanami berbagai jenis tanaman hortikultura. Kami berharap setiap rumah tangga bisa mengembangkan tanaman-tanaman ini," ujar Tri Harjono.
Dengan program tersebut, diharapkan Desa Segorogunung akan dikenal sebagai sentra penghasil sayur mayur yang dapat menyuplai berbagai pasar di Kabupaten Karanganyar dan wilayah eks-Karesidenan Surakarta, menyaingi Tawangmangu yang sebelumnya dikenal sebagai sentra sayuran.
Tanaman yang ditanam oleh masyarakat Desa Segorogunung antara lain sawi, bayam, seledri, selada, kangkung, dan cabai. Tri Harjono menjelaskan bahwa tanaman padi atau jagung jarang ditanam di daerah ini, karena lahan lebih cocok untuk hortikultura.
Hasil penjualan sayuran tersebut telah membantu memenuhi kebutuhan hidup masyarakat setempat.
"Kami berkomitmen untuk memajukan Desa Segorogunung sebagai sentra hortikultura yang dikenal luas dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui sektor pertanian," tegas Tri Harjono.
Desa Segorogunung diharapkan dapat menjadi salah satu wilayah unggulan di Kabupaten Karanganyar dalam hal produksi sayur mayur, memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian lokal. (Rud)