SOLOBALAPAN.COM - Desa Ponggok, yang terletak di Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten, telah lama dikenal sebagai salah satu destinasi wisata air terkemuka di Jawa Tengah.
Dengan sumber daya air yang melimpah, desa ini berhasil mengembangkan tujuh objek wisata yang tersebar di berbagai RW, seperti Umbul Sigedhang, Umbul Kapilaler, dan Umbul Besuki.
Keunikan dari pengelolaan wisata di desa ini adalah pendekatan kolaboratif antara Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan Lembaga Usaha Produktif Milik Masyarakat Desa (LUPMMDes).
Pengelolaan Wisata oleh BUMDes dan LUPMMDes
BUMDes dan LUPMMDes berperan penting dalam pengelolaan objek wisata di Desa Ponggok. Namun, yang menarik adalah adanya pembagian peran yang jelas antara kedua lembaga ini.
BUMDes, yang dibentuk oleh pemerintah desa, berfokus pada pengelolaan objek wisata yang langsung memberikan kontribusi pada Pendapatan Asli Desa (PADes).
Di sisi lain, LUPMMDes, yang diinisiasi oleh masyarakat, mengelola usaha-usaha produktif, termasuk objek wisata dan UMKM kuliner.
Kepala Desa Ponggok, Junaedi Mulyono, menjelaskan bahwa pengelolaan oleh LUPMMDes tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan PADes tetapi juga memastikan masyarakat dan UMKM setempat terlibat dan mendapatkan manfaat langsung dari perkembangan pariwisata.
Ini adalah strategi yang dipilih setelah belajar dari berbagai permasalahan yang muncul jika seluruh objek wisata hanya dikelola oleh BUMDes.
Keberhasilan Kolaborasi dalam Pariwisata Desa
Kolaborasi antara BUMDes dan LUPMMDes di Desa Ponggok terbukti sukses. Dengan adanya dua lembaga yang berbeda ini, tidak terjadi persaingan, melainkan saling mendukung dalam pengelolaan dan pengembangan wisata.
Kedua lembaga ini sering bertemu untuk berdiskusi tentang pengembangan wisata dan bagaimana meningkatkan kunjungan wisatawan.
Sebagai hasil dari pengelolaan ini, Desa Ponggok mampu menarik rata-rata 70 ribu wisatawan setiap bulannya, dengan kontribusi ke PADes mencapai sekitar Rp 1 miliar per tahun.
Selain itu, pengelolaan ini juga menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat, seperti di Umbul Sigedhang yang mempekerjakan 40 orang dan melibatkan 21-30 orang di setiap titik kuliner Pawon Sigedhang.
Masa Depan Desa Ponggok
Keberhasilan Desa Ponggok dalam mengelola wisata airnya dengan pendekatan kolaboratif antara BUMDes dan LUPMMDes diharapkan dapat menjadi model bagi desa-desa lain di Indonesia.
Dengan melibatkan masyarakat dalam pengelolaan pariwisata, bukan hanya ekonomi desa yang meningkat, tetapi juga kesejahteraan masyarakat setempat.
Ke depan, Desa Ponggok berencana terus mengembangkan potensi wisata airnya dengan menjaga keseimbangan antara kontribusi PADes dan kesejahteraan masyarakat melalui pengelolaan yang berkelanjutan dan inovatif. (nda)
Editor : Nindia Aprilia