SOLOBALAPAN.COM - Kota Solo mencatatkan kenaikan jumlah wisatawan signifikan. Terhitung, sebanyak 2,6 juta pelancong telah berkunjung ke Kota Bengawan hingga Juni 2024.
"Jumlah kunjungan wisata di Solo mencapai 2.628.721 orang hingga pertengahan tahun ini, baik dari turis lokal maupun mancanegara," kata Kepala Bidang (Kabid) Destinasi dan Pemasaran Wisata Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Solo, Gembong Hadiwibowo, Rabu (7/8).
Gembong menguraikan, jumlah wisatawan itu terdiri dari 11.128 turis asing dan sebanyak 2.617.593 turis domestik. Adapun destinasi favoritnya adalah Masjid Syech Zayed dan Solo Safari.
"Selain itu, wisata malam di Kota Solo juga menjadi tujuan banyak wisatawan," imbuhnya.
Salah satu potensi wisata malam yang dikenal turis, kata Gembong, adalah Wayang Orang Sriwedari.
Tercatat, jumlah kunjungan di Wayang Orang Sriwedari mencapai 40.122 orang hingga Juni, dengan rincian 419 turis asing dan 39.703 turis domestik.
Selain itu, Koridor Gatsu juga menjadi potensi wisata malam yang menarik bagi wisatawan.
"Di Koridor Gatsu ada 'Solo is Solo', banyak kerajinan dan street art yang menarik turis. Kemudian pemkot juga tengah mengembangkan revitalisasi koridor Keprabon yang diharapkan menjadi magnet baru bagi wisatawan," ujarnya.
Lebih lanjut, Gembong menjelaskan bahwa kondisi lama menginap wisatawan masih menjadi tantangan pemerintah.
Pemerintah menargetkan rata-rata lama menginap wisatawan mencapai dua hari satu malam.
"Namun, sekarang masih sekitar 1,3 malam. Belum menyentuh dua hari. Tapi jangan salah, pengalaman yang didapat wisatawan juga berbeda antara menginap dan tidak menginap," ungkapnya.
Menurut Gembong, kemudahan akses menuju Kota Solo mendorong wisatawan untuk singgah sebentar saat berlibur. Namun, pihaknya optimis target lama menginap itu akan meningkat.
"Kami juga terus berupaya untuk mengatur jadwal event-event yang berkaitan dengan peringatan-peringatan. Misalnya event yang potensial di musim libur sekolah," ungkapnya.
Sementara itu, Wakil Ketua BPPD Solo, Andre Rahmanto, menyebutkan bahwa rata-rata aktivitas wisatawan berkunjung ke Solo adalah untuk belanja, kuliner, budaya, dan MICE.
Berdasarkan risetnya, hanya 13 persen wisatawan yang menginap dua malam di Solo, sementara 53 persen memilih tidak menginap dan 25 persen menginap satu malam saja.
"Kebanyakan wisatawan, yakni 51 persen, juga menghabiskan pengeluaran tidak lebih dari Rp 400 ribu saat berkunjung ke Solo Raya. Mereka memilih tidak menginap," tandasnya. (ul)
Editor : Nindia Aprilia