SOLOBALAPAN.COM - Wonogiri dikenal dengan berbagai kuliner khasnya yang cukup menggugah selera, apalagi beberapa makanan tradisionalnya.
Ada segudang makanan khas hingga oleh-oleh khas di sana. Tak hanya mete, brem ataupun tempe kripik. Wonogiri juga punya cabuk yang bercita rasa pedas manis.
Cabuk bisa ditemukan di sejumlah toko oleh-oleh khas yang tersebar di Kota Sukses. Salah satunya di Toko Oleh-oleh Darmo Putro yang ada di Pasar Kota Wonogiri.
Di toko itu, cabuk disediakan bersama dengan oleh-oleh khas Wonogiri lainnya. Mulai dari mete sampai tempe kripik.
Salah satu karyawan di toko itu, Devi, mengatakan cabuk selalu tersedia disana. Setiap hari, ada saja yang mencari cabuk di toko itu.
"Harganya per linting Rp 3.000," ujar dia sambil menawarkannya kepada Jawa Pos Radar Solo Jumat (2/8/2024).
Diketahui, cabuk yang berwarna hitam itu dibuat dari bahan baku berupa wijen.
Wijen terlebih dahulu dihaluskan, dikukus lalu dipisahkan dari minyaknya dan diberi pewarna merang hingga warnanya hitam. Cabuk kemudian dibungkus daun pisang lalu dibakar.
"Cabuk ini juga ada cabai dan kemanginya," kata Devi.
Dengan adanya bahan-bahan itu, cabuk terasa pedas sekaligus manis di lidah. Sensasi wangi kemangi juga menguar saat Jawa Pos Radar Solo mencicipinya. Dimakan dengan nasi hangat pun nikmat.
Baca Juga: Kuliner Viral: Soto Trisakti, Soto Daging Sapi Legendaris 4 Generasi Khas Solo
Karyawan lain yang enggan disebutkan namanya mengatakan, cabuk adalah kuliner legendaris. Dalam satu hari, 100 linting cabuk ludes terjual di toko itu.
"Kalau lebaran tambah banyak yang cari. Bisa tiga kali lipatnya. Selain mete, cabuk ini juga diburu," beber dia.
Dia menuturkan, banyak warga luar Wonogiri yang mencari cabuk. Biasanya, untuk oleh-oleh keluarga atau rekanan di kampung halamannya.
"Memang sudah legend ini makanannya. Sejak dulu selalu dicari. Setiap hari kita sediakan terus karena memang peminatnya banyak," pungkas dia. (al)
Editor : Nindia Aprilia