SOLOBALAPAN.COM – Banyaknya produk kuliner Indonesia yang mengalami akulturasi, salah satunya yaitu tahok. Kuliner khas Solo satu ini mulai jarang dijumpai.
Banyak masyarakat yang belum mengetahui bahwa tahok adalah salah satu kuliner khas Solo yang berasal dari gabungan budaya Tiongkok dan Jawa.
Di setiap daerah, tahok lebih dikenal dngan kembang tahu. Tahok terbuat dari sari kedelai yang disajikan dengan kuah jahe yang menciptakan rasa pedas dan manis saat menyantapnya.
Salah satu tahok yang legendaris di Solo adalah Tahok Pak Citro yang berada di kawasan Pasar Gede Solo. Tepatnya di Jalan Suryopranoto No 21, Kepatihan Wetan, Jebres, Solo.
Tahok banyak dijumpai di daerah Pasar Gede karena tahok sendiri dibawa oleh pendatang dari negeri China yang tinggal di Pasar Gede.
Dari penampakannya, tahok sekilas mirip dengan bubur sumsum.
Namun makanan yang berbahan dasar sari kedelai ini disajikan dengan kuah jahe yang memberikan rasa pedas dan hangat ketika disantap.
Tekstur tahok yang memiliki warna putih susu ini sangat ringan dan lembut ketika dimakan. Saat tahok masuk ke dalam mulut tahok mudah dikunyah karena kelembutannya.
Kuah jahe yang terbuat dari gula merah dan jahe yang dimasak dengan air serta daun pandan dan sedikit sereh itulah yang memberikan rasa pedas yang khas.
Rasa pedas yang tidak terlalu dominan layaknya wedang jahe membuat tahok cocok dikonsumsi oleh anak-anak.
Selain memiliki rasa yang nikmat serta bermanfaat untuk menghangatkan badan, tahok juga dapat memberikan khasiat lainnya bagi tubuh.
Tahok juga dapat menjadi sumber kalsium bagi tubuh, menurunkan kadar kolestrol, dan memperkuat tulang.
Tahok juga cocok menjadi menu untuk menurunkan berat badan dan mengurangi kegemukan. Serta kandungan senyawa yang terkandung pada tahok juga dapat menunda datangnya menopause.
Dengan mengeluarkan uang sebesar Rp 10.000, kita sudah dapat menikmati semangkuk tahok yang memiliki banyak manfaat bagi tubuh serta dapat mempertahankan keautentikan kuliner akulturasi ini sembari menghormati dan melestarikan kebudayaan. (mgn/taza)
Editor : Laila Zakiya