SOLOBALAPAN.COM - Kondisi perekonomian yang belum pulih akibat Pandemi Covid-19 membuat kebutuhan untuk berwisata sebagai sarana menyegarkan pikiran sedikit terhambat.
Namun, ada destinasi wisata murah dan meriah, bahkan tanpa biaya masuk, yaitu Dam Colo.
Bendungan ini berada di ujung timur Sukoharjo dan berfungsi sebagai pengatur irigasi pertanian yang sayang untuk dilewatkan.
Dam Colo terletak di Desa Pengkol, Kecamatan Nguter, dan berbatasan dengan Desa Sendangijo.
Wisata bendungan ini dapat diakses baik dari arah Wonogiri maupun Sukoharjo.
"Jika anggaran terbatas, berkunjung ke Dam Colo adalah pilihan tepat. Lokasinya agak jauh dari jalan Solo-Wonogiri, tetapi dekat dengan destinasi wisata lain seperti Desa Wisata Jangglengan yang hanya berjarak 2-3 kilometer, serta Telaga Claket di Desa Sendang Ijo, Kecamatan Selogiri, Kabupaten Wonogiri," ujar Agus Widanarko, pegiat pariwisata di Sukoharjo.
Sebagai kawasan rekreasi yang terjangkau, Dam Colo memiliki beberapa spot foto yang instagramable dan cocok untuk bersantai.
Selain pemandangannya yang indah, area piknik ini juga memiliki banyak warung di sekitarnya. Rute menuju bendungan sudah baik sehingga mudah diakses bahkan oleh rombongan.
"Bus besar bisa masuk, bahkan tak jarang warga yang menggunakan sepur kelinci. Jika ingin menjelajahi tempat wisata di sekitarnya, disarankan menggunakan sepeda motor atau mobil pribadi," katanya.
Panorama dan suasana di sekitar Dam Colo sangat indah, terutama pada akhir musim hujan, sekitar bulan Maret hingga Juni.
Pada waktu-waktu ini, hijaunya rerumputan, pepohonan, dan perbukitan yang mengelilingi bendungan akan terlihat memukau dengan latar langit biru saat hari cerah.
"Waktu yang tepat untuk berkunjung adalah pagi atau sore hari," tambahnya.
Di Dam Colo, jika cuaca cerah, pengunjung bisa berjalan kaki ke sisi barat bendungan di mana permukaan sungainya lebih rendah dibandingkan sisi timur.
Dari sisi barat, pengunjung dapat melihat derasnya aliran air bendungan. Pemecah air berbentuk kotak yang dipasang di aliran sungai di bawah bendungan menawarkan keindahan tersendiri.
"Banyak spot foto di sekitar Dam Colo yang sangat instagramable. Salah satu gambar yang paling sering difoto adalah kotak beton yang berada di sungai di bawah bendungan. Namun, kotak beton ini hanya terlihat pada musim kemarau. Tatanan kotak yang rapi dan simetris membuat foto terlihat estetik," kata Agus.
Untuk memasuki area wisata Dam Colo, tidak dikenakan biaya sama sekali alias gratis.
Tempat parkir juga luas, tetapi kendaraan roda empat tidak diperbolehkan melewati jembatan di atas bendungan untuk memperpanjang usia jembatan.
"Masuk ke area Dam Colo gratis, parkir juga gratis di bawah rimbunnya pohon. Pengunjung juga bisa menikmati aneka jajanan di warung-warung di bawah rindangnya pohon. Buruan datang sebelum kemarau tiba, karena jika kemarau, debit airnya kecil," pungkasnya. (kwl)
Editor : Nindia Aprilia