SOLOBALAPAN.COM - Siapa sih yang tak kenal serabi? Makanan tradisional berbahan dasar tepung beras ini memiliki banyak penggemar. Tapi, bagaimana jadinya jika serabi yang manis dipadukan dengan nangka?
Meski sulit ditemui di Wonogiri, Anda bisa menemukan serabi nangka di Serabi Mbah Giri, yang berlokasi di Lingkungan Kedungringin RT 1 RW 12, Kelurahan Giripurwo, Kecamatan Wonogiri Kota.
"Pembuatan serabi nangka ini hampir sama dengan serabi pada umumnya, hanya ditambahkan potongan nangka," ujar Endho Kalipat Milih, pemilik usaha tersebut.
Proses pembuatan serabi ternyata memerlukan waktu yang cukup lama dibandingkan menikmatinya. Pertama, beras harus diolah menjadi tepung. Beras dibersihkan atau direndam air selama beberapa waktu, lalu ditiriskan dan diangin-anginkan hingga kering. Setelah itu, beras digiling menjadi tepung dan diuleni.
Bahan lain yang diperlukan adalah santan, yang juga diperas sendiri oleh Endho. Untuk membuat serabi nangka, adonan tepung beras dituangkan ke dalam wajan serabi, kemudian disusul dengan santan dan potongan nangka ditaburkan di atasnya.
"Saat dimakan, serabi ini memiliki aroma khas wangi nangka yang memberikan sensasi berbeda," jelas Endho.
Meski serabi nangka unik, tidak selalu tersedia karena nangka merupakan buah musiman. "Jika ada yang memesan, saya akan usahakan mencari nangkanya terlebih dahulu. Jika nangka mudah didapat, saya akan membuat serabi nangka," kata Endho.
Menurut Endho, ada saja yang memesan serabi nangka, meski serabi original dan coklat tetap yang paling banyak dicari.
Serabi buatannya sudah matang sejak pukul 05.00 dan toko akan tutup setelah semua serabi habis terjual.
Satu biji serabi dihargai Rp 2.000, sedangkan untuk pesanan minimal 50 biji, harganya Rp 1.800 per biji.
"Jika pesan minimal 50 biji, harganya beda, Rp 1.800 per biji," pungkas Endho. (al)
Editor : Nindia Aprilia