SOLOBALAPAN.COM - Pemerintah Desa Ngalas, Kecamatan Klaten Selatan, Kabupaten Klaten, sedang mengembangkan rest area dan waterpark di lahan seluas 1,5 hektar.
Kawasan wisata terpadu ini masih dalam tahap pembangunan dan ditargetkan beroperasi penuh pada 2026.
Pembangunan ini berawal dari lahan tebu yang disewakan dan dinilai tidak memberikan dampak signifikan bagi pembangunan desa.
Pendapatan dari penyewaan lahan tebu hanya mencapai Rp 16 juta hingga Rp 20 juta per tahun.
"Kawasan tersebut sebelumnya disewa untuk ditanami tebu selama beberapa puluhan tahun. Namun, tidak ada pengembangan. Kami mengajukan perubahan kawasan ke Pemkab dari lahan hijau menjadi area wisata dan akhirnya disetujui. Kini kami kembangkan rest area dan waterpark," ujar Kepala Desa Ngalas, Edy Riyanto, Jumat (19/7).
Selain rest area dan waterpark, kawasan ini juga dikembangkan menjadi kebun jambu kristal yang akan panen pada Agustus 2024.
Progres pembangunan rest area telah mencapai 75 persen. Kawasan ini sudah dipasangi lantai paving dan dibangun beberapa kios.
Terdapat enam kios yang sebagian sudah disewa oleh warga serta satu kios besar untuk desa.
"Ke depan, rest area ini akan dilengkapi dengan masjid besar yang bisa digunakan oleh musafir," tambah Edy.
Rest area Desa Ngalas memiliki lokasi strategis di tepi Jalan Ir Soekarno, dekat dengan RSUD Bagas Waras Klaten dan Terminal Ir Soekarno Klaten, serta akses menuju destinasi wisata Rowo Jombor dan Makam Sunan Pandanaran.
"Saya berharap ada perhatian dari pemkab untuk pengembangan rest area, terutama untuk pembangunan pagar dan gapura sebagai daya tarik bagi pengendara yang melintas," ujar Edy.
Progres pembangunan waterpark telah mencapai 50 persen. Saat ini sudah ada kolam anak-anak dengan fasilitas pendukung, serta kolam dewasa dengan panjang 30 meter dan kedalaman 1,5 meter.
"Kami memanfaatkan sumber air dari sendang di dekat lokasi untuk waterpark. Nantinya akan dilengkapi dengan taman bermain dan wisata pinggir kali," tambah Edy.
Edy berharap waterpark bisa beroperasi pada 2025 dan menarik pengunjung ke kawasan wisata terpadu tersebut, meski target operasional keseluruhan baru pada 2026.
Anggaran pembangunan berasal dari dana desa dan bantuan dari berbagai sumber.
Edy berharap dukungan dari Pemkab Klaten untuk pengembangan kawasan wisata terpadu ini.
Pembangunan rest area dan waterpark ini menarik perhatian Bupati Klaten, Sri Mulyani, yang mengapresiasi gagasan Kades Ngalas saat melakukan Sambang Warga di lokasi tersebut, menilai Kades mampu menangkap peluang dan potensi yang ada, seperti pemandangan hamparan sawah hijau di sekitar kawasan. (ren)
Editor : Nindia Aprilia