SOLOBALAPAN.COM - Ada kuliner legendaris yang tengah viral di Kecamatan Ngadirojo, Wonogiri. Rasanya nikmat dan lezat bergizi.
Berbahan tepung gaplek dan jeroan kambing, pindang Mbok Sinem telah menggoyang lidah warga Ngadirojo dan sekitarnya selama puluhan tahun.
Mbok Sinem mengaku telah menjajakan pindang sejak tahun 1988 lalu, yang artinya pindang ini sudah mengudara selama 38 tahun lamanya.
Adapun pindang adalah makanan yang berbentuk seperti bubur. bertekstur lembek, dan agak cair saat baru matang, kemudian akan mengental beberapa saat kemudian
Tepung gaplek dimasak bersamaan dengan jeroan, seperti kikil, babat, iso paru dan jeroan kambing lainnya.
Mbok Sinem menjajakan pindang legendari ini di rumahnya sendiri yang berada di Dusun Sambirejo RT 1 RW 9 Desa Ngadirojo Kidul Kecamatan Ngadirojo, pembeli ramai memburu pindang sejak sore hari.
Uniknya, Mbok Sinem masih menggunakan cara tradisional untuk memasaknya, yaitu menggunakan kayu bakar dalam proses memasaknya.
"Kalau untuk buka ya setiap hari buka," ujar Mbok Sinem.
Saat ramai-ramainya, satu panci pindang dan satu wajan jeroan akan ludes terjual dalam satu jam saja loh!.
"Tapi ini baru sepi, setelah Idul Adha agak sepi memang yang beli. Tapi ya nggak papa," ujar dia.
Mbok Sinem dulunya yang memasak sendiri pindang dan jeroan itu. Namun kini, resep dan cara memasaknya telah diturunkan ke anak-anaknya.
"Saya ngaduk saja sudah nggak kuat mas," kata Mbok Sinem sambil terkekeh.
Meski demikian, Mbok Sinem tetap yang menjajakan pindang itu di dapur rumahnya. Sebab, dia tetap ingin berkegiatan di usianya yang sudah 80-an tahun.
"Kalau dulu saya masih kuat. Yang motong kambing suwargi (mendiang) suami saya yang memasak. Nanti kalau sudah nggak kuat ya leren (istirahat). Pasrahkan ke anak-anak," canda dia.
Adapun harga pindang menyesuaikan permintaan pembeli. Ingin beli Rp 5 ribu dilayani, Rp 10 ribu juga dilayani. Mbok Sinem akan membungkus pindang dengan daun jati.
Wahyu (27) warga Kecamatan Wonogiri Kota mengaku sudah lama mencicipi pindang buatan Mbok Sinem. Menurut dia, pindang legendaris ini memiliki cita rasa yang enak.
"Ini kan legend ya, dulu banget juga pernah kesini. Pindangnya enak, jeroannya juga enak," kata dia. (al/nda)
Editor : Nindia Aprilia