Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Viral! Kuliner Non Halal di Kota Solo Sempat Tertunda Usai Kena Kritik Ormas, Kini Buka Kembali! Tapi Kok DItutup Kain Hitam?

Silvester Kurniawan • Jumat, 5 Juli 2024 | 17:41 WIB
estival Kuliner Non Halal yang dihelat di Solo Paragon Mall per Kamis (4/7) siang dengan kondisi khusus..
estival Kuliner Non Halal yang dihelat di Solo Paragon Mall per Kamis (4/7) siang dengan kondisi khusus..

SOLOBALAPAN.COM - Event kuliner menjadi salah satu agenda yang kerap digelar di Kota Solo, apalagi jika terdiri dari berbagai jenis olahan makanan.

Bukan hanya makanan halal saja, namun event kuliner non halal juga ada di Kota Solo namun sempat mendapatkan banyak pro kontra.

Sempat ditunda sehari lantaran dapat kritik dari salah satu organisasi masyarakat (ormas), Festival Kuliner Non Halal yang dihelat di Solo Paragon Mall per Kamis (4/7) siang dengan kondisi khusus.  

Pantauan Solobalapan.com, event kuliner yang bernama Festival Kuliner Pecinan Nusantara, Kuliner Non Halal Legend, Hits, dan Viral Nusantara itu mulai berjalan normal sejak Kamis, (4/7) siang.

Uniknya festival kuliner yang dihelat itu ditutup dengan kain hitam yang dipasang mengelilingi lokasi festival. 

"Jadi itu memang beberapa persyaratan kalau memang buka harus ditutup semua pakai kain hitam," terang Veronica Lahji, Chief Marketing Communication Solo Paragon Mall Kamis (4/7).

Ke-34 tenan yang terlibat di event tersebut kini tak begitu terlihat dari aktivitas lain di kanan kirinya karena kain hitam yang dipasang disekelilingnya itu.

Selain itu akses keluar masuk dijaga keamanan mall. Bahkan jika diperlukan lokasi festival kuliner yang ada di lantai 1 itu akan ditutup dengan kain lebar agar tidak tampak dari lantai di atasnya. 

"Mungkin kita ini bikin kain hitam dulu. Nanti juga kalau dari atas bakal ada penutupnya," kata dia. 

Sekadar informasi event kuliner yang dihelat mulai 3-7 Juli 2024 itu sempat ditunda untuk sementara waktu lantaran dapaf kritik keras dari Dewan Syariah Kota Surakarta yang melayangkan protes keras ke Pemkot dan Polresta Surakarta perihal event yang terlalu vulgar. 

"Warga masyarakat resah karena terlalu fullgar. Terlalu fullgar di instagram dan balihonya. Kita takut temen-temen milenial, keterbatasan agamanya merasakan enak nambah lagi. Repot nanti kita ikut bertanggung jawab," kata DSKS, Endro Sudarsono belum lama ini. 

Massa DSKS sempat memberokan pernyataan sikap pada Pemkot dan Polresta Surakarta perihal event tersebut.

Khususnya dalam mengeluarkan izin kegiatan yang berkaitan dengan banyak orang. 

"Ini sifatnya himbauan, kita tidak boleh juga memaksakan kehendak. Mestinya terbatas tidak terlalu fullgar. 

Kami minta polisi, pemerintah kota dan panitia agar lebih menghormati (umat Islam)," tegas Endro. (ves)

Editor : Nindia Aprilia
#non halal #event #viral #paragon mall #Kain Hitam #kuliner #solo