SOLOBALAPAN.COM – Taman Balekambang menjadi salah satu spot wisata terbaru yang kini telah rampung di revitalisasi.
Berbagai spot baru nampak menarik untuk dijadikan tempat wisata, apalagi untuk berfoto estetik dan kekinian.
Maka dari itu pembukaan wisata Taman Balekambang ini sangat dinantikan oleh wisatawan lokal maupun luar daerah.
Serah terima aset Taman Balekambang pasca direvitalisasi direncakanan pada akhir Juni mendatang.
Pasca serah terima aset itu, pengunjung akan dikenakan tarif masuk untuk bisa mengakses taman kota yang sebelumnya gratis itu.
Sekretaris Daerah Kota Surakarta, Budi Murtono membenarkan adanya rencana serah-terima aset dari Kementerian PUPR ke Pemerintah Kota Surakarta pada akhir Juni ini.
Selanjutnya pemerintah kota berupaya untuk segera membuka Taman Balekambang agar segera bisa diakses oleh masyarakat.
“Dari kementerian kemarin usul kalau mau dibuka harus diupayakan sudah ada kegiatan di dalamnya, misalnya pentas ketoprak atau UMKM. Ya kita upayakan agar nanti bisa dibuka tapi mungkin belum semua lokasi bisa diakses,” terang dia, Senin (10/6).
Soal rencana pengenaan retribusi bagi pengunjung, Pemkot Surakarta membenarkan adanya rencana tersebut.
Sesuai yang sudah disepakati nantinya pengunjung akan dikenakan tarif masuk Rp 5.000/orang.
Hal ini dilakukan untuk membantu memenuhi biaya perawatan taman kota yang baru saja dipercantik itu.
“Ya nanti sesuai perda-nya itu, Rp 5.000/orang. Untuk pengelolanya nanti UPT yang sekarang mengelola akan diarahkan untuk menjadi BLUD. Jadi selama masih kita kelola sendiri tarifnya seperti aturan yang ada itu, Rp 5000/orang,” tegas dia.
Meski demikian, tarif Rp 5.000/orang bisa berubah jika dikemudian hari pemerintah kota menggandeng pihak ketiga untuk mengelola Taman Balekambang.
Dalam pemberitaan sebelumnya, Pemkot Solo disebut telah menjajaki sejumlah kemungkinan kerjasama dengan sejumlah pihak dengan Jatim Park yang memiliki minat untuk mengelola aset tersebut.
“Tarif masuk, kalau masih kita kelola sendiri ya Rp 5000/orang. Tapi kalau nanti jadi kerjasama dengan pihak ketiga pasti akan ada hitung-hitungan baru,” terang Sekda.
Soal kerjasama dengan pihak ketiga dalam pegelolaan aset Pemerintah Kota Surakarta, Wali Kota Surakarta, Gibran Rakabuming berulangkali menyampaikan kolaborasi dan kerjasma dengan pihak ketiga sangat penting untuk dilakukan guna pengelolaan aset yang lebih baik.
“Nanti ada (soal pihak ketiga, Red). Ditunggu serah terimanya dulu ya,” kata Gibran belum lama ini. (ves)
Editor : Nindia Aprilia