SOLOBALAPAN.COM – Jika kamu ingin berlibur bersama keluarga dengan pengalaman yang baru, cobalah ajak keluargamu dengan berwisata edukasi ke Museum R Hamong Wardoyo di Boyolali.
Museum ini menjadi saksi penyimpanan sejarah perkembangan Boyolali dari waktu ke waktu.
Lokasinya terletak tepat di pinggir Jalan Raya kota Solo-Semarang. Museum ini merupakan objek wisata yang baru dibangun pada tahun 2015 dan mulai beroperasi pada tahun 2016.
Museum tersebut dibangun pada tahun 2015 dengan mengambil nama dari Bupati Boyolali pertama yang memimpin Kota Susu setelah kemerdekaan.
Di dalamnya terdapat benda – benda bersejarah seperti arca, diorama seputar Boyolali, foto–foto Boyolali, replika lembu sora, replika patung Arjuna Wijaya, kereta kencana dan lainnya.
Museum R. Hamong Wardoyo Boyolali merupakan salah satu ikon wisata yang mengedukasi masyarakat.
Sekilas, arsitektur luar tempat wisata ini mirip namun tidak sama dengan Museum Louvre di Paris, Prancis.
Atap museum ini dibangun dengan menggunakan kaca yang disusun berlapis-lapis. Tubuh bangunan juga tampak terkubur ke dalam tanah.
Bangunan museum sangat unik dengan atap berupa panel kaca tembus pandang serta dengan bentuk menyerupai piramida dengan dua lantai, membuat museum ini sering dimiripkan dengan Museum Louvre di Paris.
Berbagai arca ini ditemukan di wilayah Boyolali dan merupakan benda purbakala. Selain arca sebagai benda purbakala, terdapat pula koleksi lainnya seperti diorama Kabupaten Boyolali yang menyajikan visualisasi Kabupaten Boyolali, replika Lembu Sora, replika patung Arjuna.
Kemudian ada juga kereta kencana, meriam, beberapa pusaka peninggalan Raja Keraton Solo, Paku Buwono (PB) X, serta foto-foto yang memperlihatkan wilayah Kabupaten Boyolali.
Museum yang berdiri sejak 2015 ini terlihat kecil dan sempit. Namun, museum ini mampu menampung puluhan benda bersejarah mulai dari patung, miniatur, hingga berbagai lukisan dan foto kuno.
Jika diperhatikan dengan benar, museum ini tidak terdiri dari 2 lantai, melainkan 3 lantai.
Lantai pertama berisi peninggalan sejarah, lantai dua berisi berbagai macam foto, dan lantai ketiga adalah koleksi tanaman/tanaman. Pengunjung khusus hanya bisa menjelajah di lantai satu dan dua.
Uniknya, untuk mencapai lantai II, pengunjung akan menyusuri lorong berbentuk spiral.
Sepanjang lorong tersaji foto-foto perjalanan kisah Kabupaten Boyolali dari zaman dahulu sampai sekarang. Koleksi di lantai II museum dipamerkan foto para juara fotografi tentang Boyolali.
Kemudian suguhan pemandangan Gunung Merapi dan Merbabu di sebelah barat yang sangat cantik dan indah dipandang, serta hiruk pikuk keramaian kendaraan di depan museum R Hamong Wardoyo Boyolali.
Museum R. Hamong Wardoyo berada di Jl. Pandanaran No.19, Tegalmulyo, Siswodipuran, Kec. Boyolali, Kabupaten Boyolali, Kelurahan Mojosongo.
Museum ini buka dari hari Selasa–Minggu, dari pukul 08.00 WIB – 16.00 WIB. Khusus hari Jumat museum hanya buka sampai pukul 12.00 WIB.
Berkunjung ke museum ini tidak dipungut biaya atau tiket masuk. Pengunjung cukup menulis daftar hadir yang telah disediakan.
Ayo ajak keluarga, saudara, teman, atau kerabat dekat mu untuk berwisata edukasi ke Musuem R Hamong Wardoyo di Boyolali. Segera agendakan libur mu untuk berwisata kesini ya!. (Mg6/nda)
Editor : Nindia Aprilia