SOLOBALAPAN.COM – Tahukah kamu bahwa di Kota Solo, terdapat Kampung Blangkon? Nah kampung ini cocok menjadi destinasimu untuk menambah pengalaman baru di Kota Solo lho!.
Kampung Blangkon berada di Jl. Jamsaren No.05, Serengan, Kec. Serengan, Kota Surakarta. Disini terdapat destinasi wisata unik yang bisa menambah pengalaman belajar yaitu proses pembuatan blangkon.
Blangkon, sebagai salah satu bagian dari perlengkapan pakaian adat Jawa, memiliki nilai filosofis dan historis yang menarik untuk dikulik.
Seperti yang kita tau bahwa Blangkon adalah penutup kepala khas yang dikenakan oleh pria Jawa, baik di Solo maupun Yogyakarta.
Dulunya, blangkon merupakan bagian dari pakaian sehari-hari, namun kini lebih sering dipakai pada acara-acara tertentu seperti upacara pernikahan dan upacara tradisional lainnya.
Blangkon tidak hanya berfungsi sebagai penutup kepala, tetapi juga untuk menunjukkan status sosial pemakainya.
Lipatan melingkar pada blangkon, yang berjumlah 17, melambangkan jumlah rakaat dalam salat lima waktu, menunjukkan betapa dalamnya nilai filosofis yang terdapat dalam bentuk suatu blangkon.
Sejarah blangkon di Solo sangat kaya, di kota ini memiliki daerah khusus pengrajin blangkon yakni berada di Kampung Potrojayan, Kecamatan Serengan.
Dikutip dari surakarta.go.id Pelopor pembuat blangkon terkenal di daerah ini adalah Mbah Joyo, yang awalnya membuat blangkon untuk lingkungan keraton di Baluwarti.
Pada tahun 1970, Mbah Joyo pindah ke Potrojayan dan mulai memproduksi blangkon untuk masyarakat umum. Kini, tradisi ini dilanjutkan oleh generasi ketiga pengrajin, Bapak Wardoyo dan Ibu Rusmiyati.
Proses pembuatan blangkon di Kampung Blangkon mencakup beberapa tahap, mulai dari pemilihan bahan motif kain, pengukuran, hingga model.
Kain yang digunakan disebut destar, dengan berbagai motif batik seperti gadung mlati, gringsing, gruda, kawung, dan masih banyak lagi.
Setiap motif memiliki makna tersendiri, menambah nilai budaya dan artistik pada setiap blangkon yang dibuat.
Meskipun dulu pembuatan blangkon harus mengikuti pakem tertentu dan hanya bisa dilakukan oleh seniman khusus, kini proses pembuatan blangkon lebih fleksibel dan bisa dipelajari oleh siapa saja.
Pengrajin di Kampung Blangkon juga melayani pembuatan blangkon sesuai permintaan konsumen, tidak terbatas pada model blangkon Surakarta saja.
Dengan adanya Kampung Blangkon, diharapkan masyarakat luas dapat lebih mengenal dan menghargai budaya Jawa, serta mendukung pelestarian kerajinan tradisional ini.
Kampung Blangkon juga memberikan kesempatan bagi wisatawan untuk belajar langsung dari para pengrajin.
Pengunjung dapat melihat proses pembuatan blangkon secara langsung, mulai dari pemilihan kain hingga blangkon siap pakai. Tidak hanya itu, pengunjung juga bisa mencoba membuat blangkon sendiri di bawah bimbingan pengrajin berpengalaman.
Selain memberikan pengalaman edukasi, kunjungan ke Kampung Blangkon juga memberikan dampak positif bagi ekonomi lokal.
Blangkon yang dibuat di sini dijual dengan berbagai motif dan ukuran, menjadikannya sebagai oleh-oleh khas Solo yang bernilai tinggi.
Bagi yang tertarik untuk mengunjungi Kampung Blangkon, lokasi ini dapat diakses dengan mudah melalui Google Maps dengan kata kunci “Dalem Joyokusuman”.
Dengan mengunjungi Kampung Blangkon, wisatawan tidak hanya mendapatkan pengalaman belajar yang berharga, tetapi juga berkontribusi dalam melestarikan salah satu warisan budaya Jawa yang kaya.
Yuk, ajak keluarga dan teman-temanmu untuk menambah pengalaman belajar cara pembuatan blangkon di Kampung Blangkon, kota Solo!. (mg5/nda)
Editor : Nindia Aprilia