SOLOBALAPAN.COM - Berwisata menjadi kebiasaan masyarakat indonesia untuk menghabiskan akhir pekan bersama orang tersayang.
Apalagi kemarin baru saja memasuki long weekend yang artinya masyarakat punya banyak waktu luang untuk berlibur.
Maka dari itu berbagai spot wisata di Solo Raya mengalami kenaikan jumlah pengunjung salah satunya umbul brintik di Klaten.
Umbul Brintik menjadi salah satu wisata air yang ramai dikunjungi pada momen libur panjang.
Hal itu sudah terlihat sejak Kamis (9/5) dengan jumlah 1.000 pengunjung memadati umbul yang ada di Desa Malangjiwan, Kecamatan Kebonarum, Klaten tersebut.
Umbul yang dikelola BUMDes Sumber Makmur itu tidak hanya menawarkan segarnya mata air saja.
Tetapi dikenal sebagai lokasi untuk terapi bagi wisatawan yang mendetita rematik, saraf kejepit dan stroke.
Tak heran pengunjung dari berbagai kota datang untuk mencoba terapi di umbul tersebut.
Pengunjung cukup membayar tiket masuk Rp 10.000 per orang bisa menikmati enam kolam yang tersedia.
Terdiri dari dua kolam untuk orang dewasa dan empat kolam untuk anak-anak. Tetapi yang paling favorit kolam terapi yang memiliki ukuran 7 meter x 15 meter dengan kedalaman 1,5 meter.
Pada kolam utama didominasi oleh para lansia yang menderita saraf kejepit hingga stroke untuk melakukan terapi.
Bahkan pengelola Umbul Brintik menyediakan empat terapis akuatik yang siap mendampingi pengunjung untuk terapi dengan berbagai keluhan.
“Memang selama libur panjang ini, untuk pengunjung ada peningkatan dua kali lipat dibandingkan pada hari biasanya. Peningkatan ini terus terjadi sampai Minggu,” jelas Sekretaris BUMDes Sumber Makmur Frangky kepada radarsolo.com, Minggu (12/5).
Lebih lanjut, Frangky mengakui, bahwa kolam utama untuk terapi masih menjadi favorit pengunjung.
Mereka berendam pada umbul yang memiliki pH air mencapai 8,2. Baru disusul kolam-anak yang memiliki berbagai wahana permainan air.
Salah satu pengunjung, Heri, 60, asal Gunungkidul, Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ) mengaku rela menempuh perjalanan satu jam lamanya demi ke Umbul Brintik.
Mengingat dirinya ingin sekali melakukan terapi pada kolam utamanya.
“Saya sebenarnya beberapa kali datang ke Umbul Brintik tetapi sudah lama tidak rutin. Soalnya saya menederita saraf kejepit. Tapi dikarenakan perjalanan jauh sehingga dalam seminggu tidak pasti datangnya,” ujar Heri.
Heri mengaku, meski tidak rutin melakukan terapi di Umbul Brintik tetapi banyak perubahan yang dirasakan pada dirinya.
Saraf kejepit yang dirasakan semakin mereda dan lebih segar dari sebelumnya.
“Jadi ke Umbul Brintiknya ini ketika ada waktu luang saja. Biasanya saya terapi dengan gerakan sendiri. Sambil aktivitas berenang juga,” tambah Heri.
Sementara itu, salah satu terapis akuatik, Rini Yudhawati, 58, mengaku dalam sehari, empat terapis bisa mendampingi 200 pengunjung. Pendampingan dilakukan secara berkelompk maupun individu.
“Selain stroke, banyak juga mengeluhkan nyeri lutut. Mungkin karena sudah lansia. Saya ajarkan gerakan secara bertahap. Biasanya beberapa kali pertemuan kami damping lalu terapi secara mandiri dengan gerakan yang sudah kami ajarkan sebelumnya,” jelas Perempuan yang akrab dipanggil Ririd ini.
Lebih lanjut, Ririd menjelaskan, dalam memberikan pendampingan terapi, Ia bersama terapis lainnya tidak mematok harga.
Hal itu sukarela dari masing-masing pengunjung yang memerlukan pendampingan terapi.(ren)
Editor : Nindia Aprilia