SOLOBALAPAN.COM - Solo Raya dikenal dengan berbagai wisata menariknya, salah satu wisata tersebut juga banyak dijumpai di Klaten.
Bahkan, Klaten dikenal dengan daerah yang memiliki banyak wisata air baik itu buatan atau alami.
Maka dari itu, bertepatan dengan long weekend maka tak ada salahnya jika berwisata di Pemancingan dan Rumah Makan Tirto Mili di Desa Pasung, Kecamatan Wedi, Klaten.
Banyak hal yang bisa dilakukan pada destinasi wisata yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Lumintu itu.
Diawali dari aktivitas memancing tak salahnya mencoba melakukan di Tirta Mili karena terdapat kolam ikan yang memiliki panjang 52 meter dan lebar 20 meter dengan kedalaman 2 meter.
Pengunjung cukup membayar tiket sebesar Rp 10.000 per orang bisa memancing sepuasnya. Dimulai dari Pukul 09.00-21.00 dengan catatan ikan yang diperoleh harus dilepas kembali ke kolam.
Bagi wisatawan yang kebetulan tidak membawa alat pancing, pihak pengelola telah menyediakan sehingga bisa disewa.
Untuk penyewaan peralatan pancing cukup membayar Rp 10.000. saja. Termasuk menyediakan umpan berupa cacing dan pelet untuk mendapatkan ikan bawal, lele, patin, nila dengan rata-rata berat mulai dari 2 Kg sampai 10 Kg per ekor.
Manajer Rumah Makan dan Kolam Pemancingan Tirto Mili Sentot Widiyanto menjelaskan saat memancing tidak dibatasi waktu.
Wisatawan bisa memancing ikan sepuasnya dari pagi hingga malam hari. Rata-rata pengunjung yang datang mulai dari 70 orang hingga 150 orang pemancing dalam sehari.
“Setelah puas memancing wisatawan bisa menikamti berbagai menu di rumah makan kami. Mulai dari olahan ikan nila, lele dan gurami serta ayam dimasak goreng maupun bakar.” jelas Sentot kepada radarsolo.com, Jumat (10/5).
Makanan tersebut dibanderol mulai dari Rp 16.000 per paket hingga Rp 25.000 per paket.
Sedangkan untuk minuman mulai dari es teh, lemon tea, jus hingga kopi dari harga Rp 3.500-Rp 10.000.
Lebih lanjut, Sentot mengungkapkan, pada akhir pekan pemancingan dan rumah makan selalu ramai.
Mengingat lokasinya sering kali digunakan untuk berbagai acara juga. Terlebih lagi pada momen tertentu seperti liburan panjang, weekend maupun saat bulan puasa dan Lebaran.
Puas menyantap berbagai olahan ikan dan ayam, tak salahnya berjalan-jalan ke sejumlah spot photo.
Lokasinya masih dalam satu kawasan Tirto Mili yang memiliki luas 4.000 meter persegi. Konsepnya hampir sama dengan objek wisata di Svargabumi yang ada di Magelang.
Jalan setapaknya berupa kayu yang membelah hamparan sawah hijau dengan beragam spot photo yang bisa dipilih hingga bisa menikmati senja.
“Untuk berfoto dengan pemandangan sawah itu gratis karena bagian dari Tirto Mili. Jalan setapak pada spot photo itu juga bagian dari rencana kami untuk terintegrasikan dengan rest area yang hendak kami bangun. Nanti ada ruang pertemuan, mini market hingga UMKM Center,” jelas Sentot.
Kedepannya, rest area itu juga menjadi pusat dari aktivitas agrowisata yang sudah dirintis oleh Desa Pasung.
Sejumlah ruas jalan desa pada sisi kanan dan kirinya sudah terdapat berbagai pohon buah. Seperti nangka, kelengkeng, alpukat, jambu kristal hingga rambutan.
Sentot juga menegaskan bahwa mereka menyediakan paket argowisata yang bisa dinikmati oleh wisatawan.
Beberapa diantaranya yaitu pengunjung akan diajak untuk berkeliling Desa menggunakan mobil listrik.
Mereka akan diajak untuk keliling melihat pohon buah dari jarak dekat dan juga berbelanja di sana. (ren)
Editor : Nindia Aprilia