SOLOBALAPAN.COM - Jenang, yang dalam bahasa Jawa berarti "berkental" atau "lembut", adalah kuliner khas Indonesia yang terbuat dari beras atau ketan yang dimasak bersama santan dan gula.
Konon, Jenang ada sejak zaman kerajaan-kerajaan Nusantara, di mana jenang bukan hanya makanan sehari-hari, tetapi juga digunakan dalam upacara-upacara adat dan keagamaan.
Selain sebagai makanan lezat, jenang juga memiliki makna simbolis dalam budaya Jawa. Dalam tradisi Jawa, jenang sering kali dikaitkan dengan perlambangan kesuburan dan keberkahan.
Oleh karena itu, jenang sering disajikan dalam berbagai upacara adat, seperti pada perayaan kelahiran, pernikahan, atau acara keagamaan.
Di masa sekarang jenang tersedia dalam berbagai varian yang lebih modern namun tidak menghilangkan rasa tradisional jenang itu sendiri
Di Solo, jenang termasuk makanan tradisional yang cukup sulit ditemukan. Namun, kamu bisa menemukan jenang dengan mudah di pasar tradisional di Solo Raya
Jika kamu mencari jenang di daerah Laweyan Solo, kamu harus mencoba Jenang Bu Poniyem yang berada di Sondakan, Laweyan, Solo
Jenang Bu Poniyem terkenal menjadi jenang paling enak di Laweyan, Solo. Selain itu, Jenang Bu Poniyem juga terkenal komplit dan bisa di mix sesuka hati
Untuk harganya, Jenang Bu Poniyem sangat murah meriah, satu porsi jenang hanya berharga Rp 5.000 dan bisa kamu campur sesuka hati
Varian jenangnya pun sangat beragam. Misalnya, jenang mutioro, grendul, jenang sumsum, jenang kacang ijo dan juga ketan hitam.
Dilansir dari akun @kuliner.neng.solo, tertulis, "Saat disendok, jenang Bu Poniyem sangat lembut dan disajikan dengan hangat"
Ia menambahkan, "manis dan gurihnya bercampur menjadi satu cocok banget buat kamu yang sedang ngidam jenang solo"
Buat kamu yang penasaran dan ingin mencoba kenikmatan Jenang Bu Poniyem ini, bisa berkunjung di utara pas Lapangan Sriwaru Sondakan, Laweyan, Solo
Buka setiap hari pada pukul 13.00 sampai dengan habis
Tunggu apalagi, jangan sampai kehabisan ya (di)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo