SOLOBALAPAN.COM - Solo dikenal sebagai Kota Surga Kuliner. Tidak lengkap rasanya jika pergi ke kota ini tanpa mencicipi Cabuk Rambak.
Cabuk rambak menjadi salah satu makanan legendarisnya. Bahan baku kuliner ini terlihat unik selain namanya.
Cabuk rambak adalah makanan khas Solo atau Surakarta di Jawa Tengah. Daun pisang biasanya digunakan sebagai "pincuk" atau bungkus untuk makanan ini.
Dilansir dari surakarta.go.id, "Cabuk Rambak" berasal dari kata "Cabuk" dan "Rambak", yang berarti wijen yang digunakan sebagai bahan utama sausnya
"Rambak" adalah krupuk yang terbuat dari kulit sapi atau kerbau. Karena harga rambak meningkat, krupuk kulit diganti dengan krupuk nasi (karak), yang kemudian disebut "Rambak".
Makanan tradisional ini mulai jarang ditemukan di Kota Solo. Hanya di tempat kuliner dan pasar tradisional. Namun, ternyata cara pembuatannya cukuplah mudah
Berikut bahan dan cara pembuatannya
Bahan Utama
- Lontong
- Ketupat
- Kerupuk rambak
- 100 gr kelapa parut
- 3 sdm wijen sangrai
Bumbu
- 1 siung bawang putih
- 2 ruas jari kencur
- 1 sdt garam
- 1 sdt gula pasir
- 1 sdt lada bubuk
- 3 lembar daun jeruk, iris halus
- 100 ml air panas
Cara Membuat
- Siapkan lontong yang sudah matang
- Sangrai kelapa parut hingga kering, sisihkan
- Siapkan bumbu kemudian dihaluskan
- Campur kelapa sangrai dan wijen sangrai dengan bumbu yang sudah dihaluskan. Setelah itun ulek hingga lembut, lalu masukkan irisan daun jeruk
- Uleg hingga tercampur rata. Tempatkan di wadah terpisah, tambahkan air panas. lalu Aduk hingga merata. Sisihkan
- Siapkan lontong, potong sesuai selera. Tuang bumbu yang sudah dibuat ke atasnya Sajikan dengan kerupuk rambak. Cabuk Rambak khas Solo siap disajikan
Mudah bukan? Makanan langka khas Solo ini cocok menjadi makanan kudapan yang menggugah selera, Mari lestarikan makanan legendaris Solo ini (di)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo