Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Usai Turun Kelasnya Adi Soemarmo Jadi Bandara Domestik, Begini Tanggapan Gibran Rakabuming Terkait Wisata di Kota Solo

Silvester Kurniawan • Kamis, 2 Mei 2024 | 20:42 WIB
Pertunjukan Solo Menari di salah satu tempat wisata Kota Solo yaitu Taman Sriwedari.
Pertunjukan Solo Menari di salah satu tempat wisata Kota Solo yaitu Taman Sriwedari.

SOLOBALAPAN.COM - Bekangan ini Bandara Adi Soemarmo Solo jadi sorotan masyarakat karena turun kelas dari Internasional menjadi domestik.

Hal ini terungkap usai terbitnya Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 31/2024 (KM 31/2004) tentang Penetapan Bandar Udara Internasional belum lama ini.

Untuk mengatasi hal itu, Pemkot Surakarta bakal memperbanyak pelaksanaan event skala internasional. 

Wali Kota Surakarta sekaligus Cawapres Terpilih Gibran Rabuming, mengaku telah mendengar perunahan status Bandara Adi Soemarmo itu yang sebelunnya berskala internasional menjadi bandara domestik pada saat ini.

Ia pun tidak mempersoalkan perubahan itu mengingat turunnya kelas bandara juga terjadi di banyak bandara lainnya. 

"Itu kan terjadi di beberapa bandara ya. Tapi kami harus optimistis dengan cara memperbanyak event internasional, memperbanyak kunjungan pariwisata," kata dia, Selasa (30/4). 

Untuk mendongkrak kelas atau status bandara itu, Pemkot Surkarta bakal berupaya memperbanyak penyelenggaraan event berskala internasional.

Dengan demikian kunjungan wisatawan mancanegara bisa ikut meningkat. 

"Solo kan juga sudah memasuki networking-nya UCCN (Jaringan Kota Kreatif UNESCO) ya. Saya kira kita masih bisa tetap optimistis. Bisa naik grade," hemat dia. 

Salah satu wacana penyelenggaraan event internasional yang paling dekat adalah pengajuan diri sebagai tuan rumah World Conference on Creative Economyp pada tahun depan. Dengan demikian kunjungan wisata akan ikut terdongkrak. 

"Kami nanti di tahun depan akan mengajukan diri sebagai tuan rumah. Pokoknya kami konsisten menjadi tuan rumah untuk event-event internasional, kayak kemarin piala dunia, dan lain-lain," hemat Gibran. 

Sekadar informasi, dalam Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 31/2024 (KM 31/2004) tentang Penetapan Bandar Udara Internasional, kemwnterian terkait telah mencabut status 17 bandara internasional di Indonesia menjadi bandara domestik, salah satunya Bandara Adi Soemarmo Solo.

Alasan penghapusan status internasional di 17 bandara itu karena masalah efektivitas penerbangan khususnya terkait penerbangan internasional yang intensitasnya terbilang sedikit atau jarak dekat. 

"Keputusan Menteri Perhubungan No. 31/2024 ini dikeluarkan dengan tujuan untuk melindungi penerbangan pasca pandemi dengan menjadikan bandara sebagai hub atau pengumpan internasional di negara sendiri," jelas jubir Kemenhub, Anindita Irawati lewat keterangan tertulis, Minggu (28/4) lalu. (ves)

Editor : Nindia Aprilia
#bandara #turun kelas #gibran rakabuming #adi soemarmo #solo