SOLOBALAPAN.COM - Klaten menjadi salah satu wilayah di Solo Raya yang makin berkembang dengan beragam inovasinya.
Mulai dari kawasan wisata hingga jalur transportasi yang makin gencar dipacu guna tingkatkan wisatawan untuk hadir ke Kota tersebut.
Berbagai program baru juga diberdayakan oleh Klaten guna menunjang perekonomian juga lingkungan bersih dan asri.
Salah satunya yaitu program betonisasi jalan pada kegiatan Karya Bakti Mandiri Klaten Bersinar (KBMKB) di Desa Pasung, Kecamatan Wedi, Klaten tengah berjalan.
Kegiatan itu membuka potensi pengembangan agrowisata di desa tersebut.
Kepala Desa (Kades) Pasung, Sumarsono menjelaskan perbaikan jalan itu sepanjang 750 meter itu awalnya masih berupa tanah.
Terlebih lagi hanya bisa dilewati kendaraan roda dua saja. Sebelum akhirnya dibetonisasi untuk mendukung akses utama pertanian.
“Jalan yang dibetonisasi itu menghubungkan Dusun Gatakturi dengan Tegalkarangasem. Saat musim hujan, kondisi jalan tidak bisa dilewati. Dikarenakan memang kondisinya tidak layak,” ujar Sumarsono, Senin (29/4).
Lebih lanjut, Sumarsono perbaikan jalan itu tidak hanya sekadar dibetonisasi saja. Tetapi juga dilakukan pelebaran dari 2 meter menjadi 6,5 meter.
Pembangunan jalan itu dinilai menjadi peluang untuk pengembangan agrowisata yang sudah berjalan di Desa Pasung.
“Selain untuk bidang pertanian, perbaikan jalan itu juga bakal membuka peluang untuk memperluas pengembangan agrowisata di Desa Pasung sendiri. Kami harapkan lahan yang berada di samping kanan dan kiri di sepanjang jalan itu bisa dikembangkan menjadi agrowisata terpadu,” ucap Sumarsono.
Selain itu, Sumarsono mengharapkan bisa dijadikan sebagai tempat wisata edukasi, pengembangan agrowisata hingga dilengkapi dengan homestay. Termasuk bisa dijadikan sebagai tempat jogging.
Sebagai informasi, dalam beberapa tahun terakhir, Desa Pasung mengembangkan agrowisata.
Tepatnya dengan menanam dan mengembangkan sejumlah pohon buah di jalan poros desa.
Mulai dari Nangka, mangga, alpukat, jambu kristal hingga kelengkeng yang dirawat oleh warga setempat.
“Jadi manfaatnya cukup banyak, tidak hanya untuk agrowisata saja tetapi juga untuk penghijauan dan menahan air. Selama ini tanaman buat yang kami rawat terus berbuah. Untuk buah utamanya nangka, tapi kali ini yang berbuah musim kelengkeng,” jelas Sumarsono.
Dirinya pun berharap, dengan perbaikan jalan melalui betonisasi selain mempercepat akses pertanian juga mampu mendongkrak perekonomian warga. Terutamanya bisa meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes) Pasung.
Program KBMKB ke-22 yang digelar di Desa Pasung dimulai pada Selasa (23/4) hingga Rabu (22/5).
Seperti diketahui KBMKB memiliki sasaran fisik berupa betonisasi jalan sepanjang 750 meter serta Pembangunan talut sepanjang 410 meter.
Sementara itu, sasaran non fisik, meliputi penyuluhan wawasan kebangsaan, pembinan untuk mencegah kenakalan remajan, posyandu hingga posbindu.
Untuk tenaga kerja yang terlibat meliputi prajurit TNI 30 orang, Polri lima orang, teknisi dua orang, aparatur desa lima orang dan masyarakat 45 orang. Total tenaga yang terlibat sebanyak 87 orang.
Sebelumnya, Bupati Klaten Sri Mulyani mengatakan KBMKB merupakan program lokal terpadu antara TNI dan Pemkab Klaten untuk mempercepatan Pembangunan daerah.
Ada pun sasaran pokoknya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (ren)
Editor : Nindia Aprilia