Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Sendang Bejen, Desa Wisata Bersejarah di Karanganyar yang Jadi Petilasan Sambernyawa pada Masa Penjajahan Belanda

Nindia Aprilia • Senin, 22 April 2024 | 21:07 WIB
Desa wisata Sendang Bejen, Petilasan Pangeran Sambernyawa pada masa penjajahan Belanda .
Desa wisata Sendang Bejen, Petilasan Pangeran Sambernyawa pada masa penjajahan Belanda .

SOLOBALAPAN.COM – Desa wisata Sendang Bejen yang berlokasi di Kecamatan Mojogedang, Kabupaten Karanganyar ini merupakan Petilasan dari Pangeran Sambernyawa.

Lokasi tersebut merupakan tempat bersemedi dan mengatur strategi perang pada masa penjajahan Belanda.

Sepeninggalnya beliau, masyarakat terdorong untuk menjaga tempat bersejarah tersebut dan saling gotong royong untuk menjaga, merawat, dan menjadikan tempat tersebut sebagai desa wisata.

Selain menjadi desa wisata yang tentunya akan menambah pemasukan, hal ini juga berguna untuk melestarikan sejarah terdahulu.

Mulai dari tahun 2018 lalu, festival budaya seperti kirab dan slametan diadakan setiap tahun sekali bertepatan dengan bersih dusun di desa tersebut.

Desa wisata Sendang Bejen ini memiliki konsep masa lampau dikarenakan tempat tersebut merupakan tempat bersejarah, sehingga bangunannya terbuat dari batu bata merah.

Sendang Bejen juga disebut sebagai tempat wisata religi karena pengunjung yang datang biasanya akan sholat dan juga berdzikir bersama serta mengharap keberkahan Allah SWT di tempat ini.

Selain sebagai tempat wisata religi, Sendang Bejen juga memiliki sumber mata air yang dinilai bisa menyembuhkan berbagai penyakit.

Sendang Bejen juga menyediakan kolam renang sehingga pengunjung bisa mandi maupun berenang untuk merasakan manfaat dari air tersebut.

Masa-masa sebelum adanya corona bisa dikatakan sebagai masa kejayaan desa wisata Sendang Bejen.

“Setelah corona saat masa transisi ini dirasa berat. Ini juga dirasakan oleh semua desa wisata di Karanganyar. Juga sebab desa ini termasuk desa dibawah, punya kendala jalan yang dilewati sedikit sulit”. Ungkap Hari Tarwoko, pengelola Desa Wisata Sendang Bejen (20/4)

Hari Tarwoko juga mengatakan bahwa kebanyakan pengunjung memang menuju kolam renangnya, untuk berenang maupun terapi.

Namun ia dan Masyarakat akan selalu menjaga wisata religi Sendang Bejen karena itu akan tetap ada sepanjang masa dan akan tetap melestarikan sejarahnya.

Terkait jam operasionalnya sendiri, Sendang Bejen ini buka pukul 08.00 WIB dan juga tutup pada pukul 17.00 WIB.

Namun,untuk wisata religi, Sendang Bejen akan buka non-stop mengikuti tamu yang datang.

Pengelola Sendang Bejen, Hari Tarwoko juga mengungkapkan bahwa pengunjung yang datang ke lokasi ini berasal dari berbagai daerah.

Diantaranya dari Sidoarjo, Kediri, Lebak Banten, dan juga beberapa Oejabat Solo Raya yang datang ke Sendang Bejen untuk berwisata religi.

“Wisata andalan di desa baru mengandalkan wisata ini. Namun masih masa rintisan, pemasaran masih dirasa kurang, dan merasa belum bisa meledak. Warga sekitar masih kurang sadar wisata, jadi masih terkendala untuk mengembangkan wisata ini”. Ungkap Hari Tarwoko. (mg11/nda)

Editor : Nindia Aprilia
#Sendang Bejen #sejarah #karanganyar #petilasan #desa wisata #religi