Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Berkaeyuh Jadi Solusi Trip Kelilingi Kota Solo, Nikmati Sensasi Kecantikan Kotanya Sembari Kunjungi Berbagai Objek Wisata Hits

Maulida Afifa Tri Fahyani • Kamis, 18 April 2024 | 18:03 WIB
Berkaeyuh memasuki area halaman keraton surakarta.
Berkaeyuh memasuki area halaman keraton surakarta.

SOLOBALAPAN.COM - Kota Solo dikenal dengan berbagai objek wisatanya yang unik dan juga menarik banyak perhatian. 

Maka dari itu, tak salah lagi jika Solo kerap menjadi salah satu destinasi tujuan saat libur panjang ataupun akhir pekan.

Mayoritas destinasi wisata yang ada berupa bangunan-bangunan bersejarah. Ada Keraton Kasunanan, Masjid Agung Keraton, Benteng Vastenburg, Kampung Batik Kauman dan Laweyan, Pasar Klewer, berburu barang antik di Pasar Triwindu, dan sebagai.

Paling gres, ada sejumlah destinasi anyar yang menyedot perhatian wisatawan untuk berkunjung ke Kota Bengawan.

Sebut saja Solo Safari, Masjid Raya Syeikh Zayed, Taman Balekambang yang baru selesai direnovasi, termasuk waterboom di Solo bagian timur.

Perpaduan potensi wisata sejarah, religi, dan modern inilah yang dimanfaatkan M. Adit dkk, untuk merasakan sensasi berwisata unik. Mereka membuka trip sambil gowes berkeliling di tiap sudut Kota Solo.

“Kami open trip bernama Berkaeyuh. Ini bukan open trip biasa. Kami ajak wisatawan agar merasakan suasana pagi di Solo dengan segala kearifan lokalnya,” kata Adit kepada Jawa Pos Radar Solo, Rabu (17/4/2024).

Tepat di akhir 2023, Adit dkk memberanikan diri membuka trip tersebut. Bermodal beberapa unit sepeda onthel, Adit memberi layanan paket wisata unik. Wisatawan diajak berkeliling ke sejumlah spot bersejarah.

“Karena spot-spot di Solo ini banyak nilai sejarah dan ceritanya. Wisatawan sangat antusias selama mengikuti trip kami,” sebut Adit.

Bekaeyuh tidak hanya sekadar perjalanan wisata. Tetapi juga sarana untuk mengenalkan budaya, keramahan, dan keistimewaan Solo kepada para peserta.

“Beberapa waktu terakhir, kegiatan bersepeda menjelajahi destinasi wisata di Solo jarang ditemukan. Apalagi di era modern ini, masyarakat biasanya memilih transportasi cepat dan instan,” ujarnya.

Demi memanjakan peserta, Adik dkk sengaja membuka trip di pagi hari. Karena udara Kota Solo sedang segar-segarnya. Mengambil start di titik yang telah ditentukan, sesuai dengan keinginan pelanggan.

“Kami buka trip setiap pagi, mulai pukul 05.45 atau selepas Subuh. Khusus bulan puasa Ramadan, kami sepakati membuka trip di sore hari,” bebernya.

Sekali trip, peserta diberi kesemparan gowes sekira 2-3 jam. Trip dibuka dengan dua sistem. Ada open dan private.

Biasanya, open trip dipilih wisatawan solo traveler atau yang sekadar ingin menambah kenalan. Sedangkan private trip khusus bagi rombongan atau instansi.

“Rutenya biasanya kami yang menyusun. Tapi kami kembalikan lagi ke peserta untuk request. Tergantung keinginan masing-masing wisatawan,” urainya.

Bekaeyuh ini sekali trip dibatasi maksimal 10 wisatawan. Mengingat keterbatasan sepeda yang disediakan.

Itupun hanya delapan unit yang khusus diperuntukkan bagi wisatawan. Sedangkan dua sisanya untuk tour guide dan fotografer.

Tour guide disediakan Adit dkk, sebagai penerjemah wisatawan saat menyambangi spot-spot yang dilintasi.

Biasanya, tour guide memaparkan tentang sejarah dan keistimewaan banguan tersebut.

Karena sebelumnya, tour guide sudah dibekali kompetensi terkait seluruh destinasi wisata yang ada di Kota Solo.

“Kami sudah riset spot-spot wisata yang ada di Solo. Terutama yang menarik bagi para wisatawan,” ujarnya.

Saking uniknya Bekaeyuh, tak heran mampu menjadi magnet bagi wisatawan. Bahkan sampai ada yang booking trip lagi, hanya sekadar ingin mengulik sejarah di spot lain yang belum dikunjungi.

Hanya saja, mengelola trip semacam ini tidak semudah membalik telapak tangan. Banyak tantangan yang dihadapi.

Terutama dalam pemilihan rute. Adit dkk harus pintar-pintar mencari akses gowes yang aman, nyaman, dan mudah dilalui sepeda.

“Jadi kami cari, mana saja traffic lalu lintas yang ramai dan sepi. Karena keselamatan wisatawan selama trip itu nomor satu,” tandas Adit.

Ke depan, trip ini akan terus dikembangkan. Salah satunya menjalin kerja sama dengan beberapa usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Termasuk menggandeng komunitas.

“Kami bersyukur minat wisatawan, terutama dari luar kota untuk datang ke Solo lumayan tinggi. Banyak yang menunggu jadwal booking trip Berkaeyuh. Testimoni mereka, bersepeda di Solo sangat menyenangkan,” bebernya. (ul/fer)

Editor : Nindia Aprilia
#wisata #hits #solo #objek #berkaeyuh