SOLOBALAPAN.COM - Berbagai kegiatan usai lebaran kini memenuhi agenda event di Solo Raya, salah satunya yang dilakukan di Klaten.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten akan menggelar tradisi grebeg syawalan dengan melakukan kirab gunungan ketupat di Objek Wisata Bukit Sidoguro, Desa Krakitan, Kecamatan Bayat pada Rabu (17/4).
Acara tersebut direncanakan akan dihadiri langsung oleh Bupati dan Wakil Bupati Klaten.
Kepala Dinas Kebudayaan Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Klaten Sri Nugroho menjelaskan bahwa tradisi tersebut merupakan event pariwisata dalam rangka Tradisi Syawalan Tahun 1445 H.
“Untuk tradisi grebeg syawalan akan dirangkai dengan halal bihalal antara Bupati Klaten dengan masyarakat. Kegiatan akan dimulai pada Pukul 09.00,” ujar Kepala Disbudporapar Klaten Sri Nugroho, Senin (15/4).
Lebih lanjut, Sri Nugroho mengungkapkan, direncanakan sebanyak 25 gunungan ketupat akan direbutkan oleh masyarakat pada tradisi tersebut.
Meski begitu, pemkab juga akan menyiapkan 1.000 paket ketupat siap santap untuk masyarakat.
Sesampaianya di lokasi acara, bupati dan rombongan akan disambut dengan pementasan tarian selamat datang. Kemudian dilanjutkan dengan proses penyerahan gunungan ketupat oleh delegasi ke bupati.
“Grebeg syawalan sebagai wujud rasa syukur kepada Allah Subhannahu Wa Ta’ala. Dikarenakan kita telah melaksanakan ibadah puasa sekaligus sebagai perayaan kemenangan telah melewati bulan ramadhan,” ujar Sri Nugroho.
Sri Nugroho mengungkapkan, grebeg syawalan merupakan tradisi tahunan yang biasa digelar usai Lebaran.
Rangkaian tradisi itu digelar sebagai upaya melestarikan warisan leluhur. Kegiatan itu juga menjadi sarana silaturahmi sekaligus ajang saling memaafkan. (ren)
Editor : Nindia Aprilia