Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo

Waduk Mulur Diharapkan Jadi Landmark Sukoharjo, Isu Penting Ini Tidak Boleh Luput agar Masterplan Berhasil 

Iwan Kawul • Minggu, 14 April 2024 | 01:00 WIB
IKONIK: Wajah baru ekowisata Waduk Mulur di Desa Mulur, Kecamatan Bendosari, Kabupaten Sukoharjo setelah selesai pengembangan. (DISPORAPAR SUKOHARJO FOR RADAR SOLO)
IKONIK: Wajah baru ekowisata Waduk Mulur di Desa Mulur, Kecamatan Bendosari, Kabupaten Sukoharjo setelah selesai pengembangan. (DISPORAPAR SUKOHARJO FOR RADAR SOLO)

SOLOBALAPAN.COM - Salah satunya Waduk Mulur di Desa Mulur, Kecamatan Bendosari, Kabupaten Sukoharjo menjadi salah satu wilayah yang memiliki potensi wisata menurut data Badan Pusat Statistik (BPS).

Lantas, dalam waktu dekat Waduk Mulur akan dikembangkan menjadi objek wisata menonjol di Kota Makmur.

Luas area Waduk Mulur mencapai 124 hektare. Merupakan waduk yang dibangun pada masa penjajahan kolonial Belanda. Saat ini, potensi wisata di Waduk Mulur belum dimanfaatkan secara optimal.

Dilansir dari Radar Solo, hal itu disampaikan oleh Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Sukoharjo Setyo Aji Nugroho.

“Jadi perlu pengembangan dan penataan kawasan wisata di Waduk Mulur. Sebagai daya tarik wisata unggulan di Kabupaten Sukoharjo,” kata Setyo Aji Nugroho.

Pengembangan ini diharapkan tak sekadar menjadi alternatif tujuan wisata di Kabupaten Sukoharjo, melainkan jadi sebuah ikon atau landmark.

Dampaknya, Waduk Mulur menjadi trigger untuk pembangunan infrastruktur seperti jalan, transportasi, teknologi informasi, termasuk infrastruktur pendukung pariwisata lainnya.

“Objek wisata akan dibangun di Lapangan Pringgondani, Desa Mulur, Kecamatan Bendosari. Termasuk area makam tokoh penyebar agama Islam Mbah Sayidiman, yang berada di sisi timur waduk," papar Aji.

"Nantinya kawasan objek wisata Waduk Mulur akan dilengkapi sejumlah wahana dan pusat kuliner,” jelasnya.

Setelah penyusunan detailed engineering design (DED) rampung, pemkab akan menyusun analisis mengenai dampak lingkungan (amdal).

Harapannya Waduk Mulur bisa dikelola pemkab, terhitung mulai 2025 mendatang. 

Aji menambahkan, rencana penataan Waduk Mulur telah beberapa kali dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukoharjo.

Paling gres, dilakukan perencanaan melalui masterplan pada 2022 oleh Bappelbangda Kabupaten Sukoharjo.

Sesuai masterplan tersebut, lokasi Pengembangan Waduk Mulur berada di atas lahan milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah.

Sehingga sangat memerhatikan daerah sempadan waduk, yakni sejauh 50 meter dari muka air tertinggi.

Mayoritas pengembangan dilakukan pada daerah daratan. Berupa penyediaan sarana dan prasarana, termasuk bangunan wisata.

Sedangkan sebagian lainnya pada badan dalam waduk, dengan menyediakan wahana atraksi wisata air.

“Ekowisata Waduk Mulur dipakai sebagai konsep utama pengembangan. Mengedepankan pengembangan wisata yang berkualitas dan berkelanjutan," lanjutnya.

"Sehingga aspek lingkungan menjadi perhatian utama dan harus dijaga kelestariannya."

"Tanpa menghilangkan aspek ekonomi, sebagai usaha meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar waduk,” imbuhnya.

Selain memerhatikan aspek lingkungan, juga perlu memelototi kondisi ekologis waduk.

Ini terkait keanekaragaman hayati di area waduk dan sekitarnya.

Belum lagi pemanfaatan waduk untuk perikanan, melalui budi daya keramba.

Di luar itu, Waduk Mulur juga masih diandalkan sebagai salah satu sumber air baku dan irigasi.

Pengembangan nantinya, pasti akan menimbulkan efek jangka panjang pada kondisi air.

Terutama endapan di dasar waduk. Sebagai salah satu sumber air baku dan irigasi, ketersediaan air di waduk perlu diperhatikan.

“Volume air waduk pada saat puncak dan surut, menjadi isu penting yang perlu dipertimbangkan dalam pengembangan kawasan wisata ini.

"Sehingga pengembangan Waduk Mulur nanti sesuai masterplan yang telah dibuat,” bebernya. (kwl/fer/rei)

Editor : Reinaldo Suryo Negoro
#isu #sukoharjo #landmark #Waduk Mulur