SOLOBALAPAN.COM - Potensi objek wisata air yakni Umbul Pelem di Desa Wunut, Kecamatan Tulung, Kabupaten Klaten dikelola dengan baik untuk kesejahteraan masyarakat.
Bahkan omzet di Umbul Pelem terus melesat. Pada 2023 mencapai Rp 7,2 miliar. Naik drastis dibandingkan 2022 senilai Rp 1 miliar.
Umbul yang dikelola BUMDes Sumber Kamulyan itu bisa memperoleh pendapatan bersih sekira Rp 5,7 miliar.
Dari total jumlah itu, sekira Rp 3,2 miliar untuk pemasukan pendapatan asli desa (PADes) Wunut. Nominal tersebut mengalami kenaikan dibandingkan tahun sebelumnya sekira Rp 2,6 miliar.
Di sisi lain, setiap tahun, Pemdes Wunut menerima pemasukan dari hasil pengelolaan Umbul Kemanten, Desa Sidowayah, Kecamatan Polanharjo.
Mengingat akses jalan yang digunakan menuju ke umbul tersebut merupakan wilayah Wunut, sehingga dikerjasamakan dalam pemanfaatannya. Setidaknya dalam satu tahun menerima pendapatan sekira Rp 100 juta.
PADes yang dikelola Pemdes Wunut itu lantas dimanfaatkan untuk kesejahteraan warganya yang berjumlah 2.220 jiwa lewat berbagai program.
Salah satunya memberikan tunjangan hari raya (THR) kepada seluruh kepala keluarga (KK). Terutama KK kurang mampu dan belum ter-cover program keluarga harapan (PKH) maupun bantuan sosial dari pemerintah.
“Latar belakang THR untuk warga karena kondisi keuangan memungkinkan untuk itu. Terutama PADes dari Umbul Pelem,” jelas Kepala Desa Wunut Iwan Sulistya kepada Jawa Pos Radar Solo beberapa waktu lalu.
THR yang diberikan senilai Rp 400 ribu. Menyasar 750 KK tanpa memandang status ekonominya. Melalui THR itu, Iwan berharap bisa membantu warga merayakan Idul Fitri.
“Kalau sebelumnya Rp 300 ribu, kali ini Rp 400 ribu. Tanpa memandang kaya maupun miskin. Kami mengharapkan kedepannya bisa memberikan kepada warga setiap bulannya,” ungkap Iwan.
Ditambhakannya, sebesar 2,5 persen dari pendapatan BUMDes Sumber Kamulyan digunakan untuk zakat bagi warga kurang mampu.
Ada sekira 200 KK yang merasakan program tersebut secara langsung. Bahkan ada yang menerima hingga Rp 700 ribu.
Sementara itu, Pemerintah Desa Wunut juga memberikan santunan senilai Rp 1 juta bagi ahli waris ketika ada keluarganya yang meninggal dunia. Termasuk biaya pemakaman ditanggung oleh pemerintah desa.
Sedangkan bagi warga Desa Wunut yang menjalani rawat inap di fasilitas kesehatan mendapatkan bantuan senilai Rp 500 ribu.
“Ada sekira 525 orang yang pembayaran iuran BPJS Kesehatannya kami tanggung. Sedangkan untuk BPJS Ketenagakerjaan ada 1.450 orang,” jelasnya.
“Untuk pembayaran iuran jaminan kesehatan dan ketenagakerjaan selama satu tahun, sekira Rp 800 juta,” tambah Iwan.
Mengingat banyaknya manfaat dari Umbul Pelem, Iwan berharap objek wisata air ini semakin moncer, sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakata.
Iwan manargetkan, pendapatan pengelolaan Umbul Pelem bisa memberikan tabungan senilai Rp 1 juta per warga yang akan diwujudkan pada 2025.
“Bisa juga setengahnya kami berikan langsung (secara tunai), setengahnya lagi berupa tabungan. Dapat dimanfaatkan untuk modal usaha bagi warga Desa Wunut,” beber Iwan. (ren/wa)
Editor : Nindia Aprilia