SOLOBALAPAN.COM - Salah satu daerah di Solo Raya ini dikenal sebagai Kota Susu, yaitu Kawasan Boyolali.
Pasokan susu sapi tiap harinya mencapai ratusan ton. Termasuk di Usaha Dagang (UD) Pramono Dusun/Desa Singosari menjadi penampungan yang cukup besar.
Harga susu sapi terkerek hingga Rp 7.600 per liter. Tertinggi di Kota Susu.
UD Pramono dikelola oleh Pramono. Dia meiliki peternakan sapi perah hingga penampungan susu. Tak hanya itu, banyak kendaraan penampungan susu berukuran kecil hingga truk tangki.
Kendaraan-kendaraan tangki kecil akan mengambili setoran susu dari petani dan peternak di beberapa kecamatan.
Sedangkan tangki-tangki besar akan mengirimkan susu ke pabrik di daerah Jakarta dan Sukabumi.
Pegawai UD Pramono Nasrudin mengatakan, penampungan ini menerima setoran susu dari berbagai daerah.
Seperti dari Kecamatan Tamansari, Musuk, Cepogo, Ampel dan Mojosongo. Setoran susu dari peternak bisa mencapai 18-19 ton perhari dari 1.300 peternak. Mereka akan menyetorkan tiap pagi dan sore.
”Armada kami ada 13 mobil yang menyebar mengambil dan diambil lalu ditampung sini. Kalau dari desa Singosari ini setor langsung ke sini, pada pakai kendaraan,” katanya.
Pasca dilanda penyakit mulut dan kuku (PMK), setoran susu sapi sempat turun. Menilik satu sapi bisa turun produksi susu hingga 50 persen.
Dari 10 liter hanya menghasilkan 5 liter. Saat ini, kondisi sapi mulai membaik dan normal.
Selama ini, UD Pramono berani membeli susu seharga Rp 7.600 per liter dari petani. Dia mengklaim harga itu yang tertinggi se-Kota Susu.
Kemudian susu itu dijual ke pabrik pengolahan susu yang dijual seharga Rp 8.100.
Terkait program makan gratis yang juga pembagian susu gratis, peluang itu masih mengambang bagi pelaku usaha penampungan susu.
”Kami belum tahu sasarannya. Kalau pedagang juga belum tahu sampai manakah program itu nanti. Apakah satu tahun akan berjalan terus langsung, atau bertahap. Kalau kami menangkapnya mungkin bertahap pertahunnya,” ungkapnya.
Pegawai bagian pendinginan Susu UD Pramono Arifin Sulaiman mengatakan, susu-susu yang disetor akan disaring untuk memastikan kebersihannya.
Setelah itu, susu akan dimasukan ke mesin pendingin. Karena suhu susu dari petani berkisar 30 derajat celcius.
Sedangkan untuk menjaga kualitas susu dan tidak pecah saat pengiriman, maka suhu susu diturunkan hingga 2 derajat celcius.
”Mesin pendingin ada lima buah, operasional semua. Dikirim malam kadang siang, tergantung jadwal pabrik. Perjalanan ke Jakarta atau Sukabumi kalau bisa dingin maksimal 2 derajat celcius bisa awet 2-3 hari. Kurang dari 2 derajat justru lebih bagus. Kalau di pabrik maksimal dibawah 10 derajat celcius. Kalau diatas itu mudah basi dan pecah,” jelasnya.
Ada enam pegawai yang khusus menangani cooling milk ini. Tiap mesin akan menampung lima ribu liter susu.
Kemudian didinginkan dalam mesin yang terdapat mesin pemutar. Agar susu tidak beku.
”Yang terpenting dijaga kebersihannya. Karena kebersihan itu berpengaruh ke angka bakteri, lalu ditakar dan dimasukan ke mesin cooling,” tandasnya. (rgl/adi)
Editor : Nindia Aprilia