Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Boyolali Upayakan Kesejahteraan Produsen Susu dengan Cara Ini! Jadi Antasipasi Naik Turunnya Produksi

Ragil Listiyo • Selasa, 9 April 2024 | 18:00 WIB
TERUS PULIH: Peternak sapi perah di Desa Singosari, Kecamatan Mojosongo, Kabupaten Boyolali menjual hasil susunya ke pengepul, beberapa waktu lalu. Produksi sapi di Boyolali sempat turun karena LSD da
TERUS PULIH: Peternak sapi perah di Desa Singosari, Kecamatan Mojosongo, Kabupaten Boyolali menjual hasil susunya ke pengepul, beberapa waktu lalu. Produksi sapi di Boyolali sempat turun karena LSD da

SOLOBALAPAN.COM - Boyolali dikenal sebagai Kota Susu. Hal itu menjadi peluang bagi Boyolali untuk menyukseskan program makan siang gratis yang digagas Prabowo-Gibran usai diumumkan sebagai pemenang pilpres 2024. 

Julukan Kabupaten Boyolali sebagai kota susu tidak hanya isapan jempol. Pada 2023 lalu, produksi susu sapi Boyolali mencapai 38.863.257 liter. Sedangkan jumlah sapi perah mencapai 59.389 ekor.

Dengan potensinya ini, Pemkab Boyolali seharusnya menangkap peluang agar produk susu Boyolali bisa diakomodasi di program makan siang gratis tersebut.

Mengingat, dalam program itu salah satunya juga membagikan susu gratis.

Kepala Dinas Perternakan dan Perikanan (Disnakan) Kabupaten Boyolali Lusia Dyah Suciati mengatakan, pihaknya memang menyimak program makan gratis tersebut.

”Tapi belum ada istilahnya mandat secara resmi untuk mempersiapkan gitu. Kami kan (tahunya) baru dari media sosial, televisi kan. Tapi perintah resmi dari surat itu belum. Kami belum tahu juga seperti apa, jadi belum bisa bicara banyak,” terangnya pada Jawa Pos Radar Solo, kemarin (8/4).

Jumlah produksi susu memang mengalami penurunan pasca serangan penyakit mulut dan kuku (PMK) tahun lalu. Namun, jumlah produksi susu periode 2012 hingga 2020 terus meningkat dengan berkisar 49 juta liter.

Lalu naik sebanyak 3 juta liter pada 2021 menjadi 51,5 juta liter. Pada 2022 terus naik menjadi 51,9 juta liter susu sapi.

Hanya saja, pada 2023, petani dan peternak sapi dihadapkan pada PMK dan lumpy skin deseases (LSD). PMK rata-rata menyerang sapi perah yang membuat produksi susu pada sapi ikut turun.

”Ya, 2023 ini turun produksi susunya karena PMK. Jadinya 38,8 juta liter, cukup jauh dibandingkan jumlah produksi pada 2022,” ungkapnya.

Meski demikian, Lusia menanggapi program pasangan capres terpilih itu bisa menjadi peluang.

”Jadi begini, kalau itu sudah dinyatakan benar program itu resmi, selaku daerah penghasil susu ya harus meningkatkan produksinya. Istilahnya sosialisasi para peternak ini untuk meningkatkan produk susunya,” tambahnya.

Paling tidak, dinas berancang-ancang menghitung kemampuan produksi susu. Apalagi program ini digadang-gadang hanya menyasar bayi di bawah lima tahun (balita), ibu hamil dan lainnya.

”Ya potensi. Nanti kan jadi prioritas itu dulu (perhitungan produksi susu,Red), nanti industri pengolahan susu (IPS)-nya menyesuaikan. Paling tidak kami memang memiliki produksi susu,” tandasnya. (rgl/adi)

Editor : Nindia Aprilia
#boyolali #makan siang #kesejahteraan #Prabowo-Gibran #gratis #susu