SOLOBALAPAN.COM - Kota Solo siap menawarkan berbagai daya tarik seperti wisata dan kuliner untuk para wisatawan yang berkunjung pada Lebaran 2024.
Namun, ada beberapa hal yang membuat para turis ini enggan berkunjung ke Kota Bengawan - julukan Solo.
Beberapa hal ini adalah harga makanan dan tarif parkir yang naik secara ugal-ugalan.
Maka dari itu, seluruh unsur stakeholder di Kota Bengawan siap memberikan jaminan keamanan dan kenyamanan kepada para pemudik maupun wisatawan yang bakal datang ke Solo dalam libur Lebaran 2024.
Hal ini ditegaskan Wakil Wali Kota Surakarta, Teguh Prakoso usai memimpin Apel Ketupat Candi 2024 di halaman Maporesta Surakarta Kamis (4/4) pagi.
Teguh mengatakan kenaikan harga memang menjadi ke kebijakan masing-masing pemilk usaha.
Namun, wakil dari Gibran Rakabuming dalam memimpin Solo itu juga menegaskan bahwa kenaikan harga yang diterapkan juga harus normal.
"Boleh naik, wajar karena ini moment liburan, tapi jangan sampai keterlaluan. Naik Rp. 1000 atau Rp. 2000 wasih wajar menurut saya," kata Teguh seperti dikutip dari Radar Solo.
"Karena Solo itu wisatanya ya kuliner. Kita terkenalnya karena itu."
"Oleh karena itu, saya minta pedagang besok kalau mau naikin harga juga jangan sampai keterlaluan. Takutnya malah nati para kapok jajan di Solo," ungkapnya.
Ditambahkan Teguh, nantinya Dinas perdagangan akan melakukan monitoring terhada usaha-usaha warung makan.
"Nanti ketika ada yang menaikan harga di atas kewajaran, akan langsung kita tegur," tutur Teguh.
Teguh menyampaikan selain warung makan, yang berpotensi menaikan harga di luar ketentuan adalah tarif parkir.
"Seperti yang terjadi di Zayed tahun lalu. Rame, naiknya diluar nalar. Sudah kita minta Dishub untuk monitoring terus. Tidak cuma di Zayed, tapi juga dititik-titik lain," pungkas Teguh.
Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan Kota Surakarta, Taufiq Muhammad mengatakan tidak ada kenaikan tarif parkir selama musim libur Lebaran.
"Minggu lalu, pengelola parkir sudah kita kumpulkan semua, sudah kita berikan edaran, intinya tarif parkir semua sudah ada regulasinya, dan tarifnya tetap," tegas Taufiq.
Untuk itu, bila ada temuan dari masyarakat terkait adanya tarif parkir yang ugal-ugalan untuk segera melaporkan hal tersebut ke Dishub Surakarta. Lengkap dengan karcis serta titik lokasi parkirnya.
"Nanti kita bersama dengan Tim Saber Pungli juga akan patroli, keliling untuk memastikan tidak ada kenaikan tarif diluar aturan," kata Taufiq.
Taufiq menegaskan juga akan mengawasi potensi parkir liar yang bisa saja terjadi.
Dijelaskan juga, masyarkat yang kemudian ingin menjadi jukir accidental atau dadakan diharapkan untuk melapor ke Dishub.
"Nanti tinggal dia mau parkir di zona mana, akan kita berikan," jelas Taufiq.
"Misal di tempat wisata besok membludak, terus parkiran yang ada tidak muat, maka ada warga yang insiatif membuka kalah untuk lahan parkir dadakan,"
"Nanti kita beri karcis parkir wisata. Perda yang baru mengatur seperti itu. Pengawasannya nanti ada tim yang mobile," katanya. (atn/rei)
Editor : Reinaldo Suryo Negoro