Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Wisata Religi Solo: Gua Maria Mojosongo Tawarkan Suasana Tenang dan Sejuk untuk Berdoa di Tengah Hiruk Pikuk Kota

Reinaldo Suryo Negoro • Jumat, 29 Maret 2024 | 15:56 WIB
Gua Maria Mojosongo menjadi salah satu wisata religi menarik di Kota Solo. (SURAKARTA.GO.ID)
Gua Maria Mojosongo menjadi salah satu wisata religi menarik di Kota Solo. (SURAKARTA.GO.ID)

SOLOBALAPAN.COM - Ada berbagai cara bagi umat Kristen Katolik Solo untuk menyambut rangkaian Tri Hari Suci Paskah 2024 pada minggu ini.

Selain dengan beribadah ke gereja serta melakukan pantang dan puasa, umat Kristen Katolik Solo juga bisa melakukan wisata religi seperti gua maria.

Gua Maria sendiri biasanya dibangun sebagai tempat berdoa umat Kristiani.

Di Solo sendiri ada Gua Maria Mojosongo yang bisa menjadi jujugan orang Katolik yang hendak melakukan wisata batin.

Terletak di Kampung Dabegan RT 04/RW 05, Mojosongo, Jebres, Surakarta, desitinasi ini tergolong strategis karena tidak jauh dari pusat kota dan beberapa kampus kondang seperti ISI Surakarta dan UNS.

Letaknya yang strategis membuat memudahkan akan akses beribadah menuju Gua Maria atau yang lebih dikenal dengan sebutan Gumar.

Di dalam Gua Maria Mojosongo, ada banyak pohon yang rindang yang membuat tempat ini sejuk.

Selain itu, terdapat beberapa pancuran dengan air yang langsung bisa diminum.

Salah seorang pengunjung beragama Katolik dari luar kota Solo yang tidak mau disebutkan namanya mengaku berkunjung ke Gua Maria ini karena suasananya yang tenang.

Dengan suasananya yang tenang, dia pun lebih fokus untuk berdoa meski di tengah hiruk pikuk Kota Solo.

"Aku pribadi doa di gumar ngerasa lebih tenang dan fokus, karena suasana tempatnya juga mendukung," terang sang pengunjung.

"Selain itu, aku lebih nyaman berdoa disana karena lebih ngerasa dekat aja, dan santai untuk ngobrol sama Tuhan."

"Lebih adem dan fokus dengan apa yang kita doakan," jelasnya.

Dilansir dari Pemerintah Kota Solo, awalnya Gua Maria ini berupa tanah belukar yang terdapat tanda salib besi untuk tempat doa rosario.

Gua Maria ini berdiri pada tanggal 25 Desember 1983, resmi diberkati dan dijadikan sebagai tempat ziarah umat Katolik oleh Uskup Semarang Mgr. Julius Darmaatmadja.

Gua Maria ini memiliki sebutan lain dengan nama Gua Santa Perawan Maria Regina Mojosongo.

Selain itu, terdapat penyebutan lain seperti, Gua Maria Regina Mojosongo.

Selain umat Katolik, terdapat umat non Katolik yang juga berkunjung ke Gua Maria untuk menikmati suasana atau sekadar mengambil foto. (mg3/rei)

Editor : Reinaldo Suryo Negoro
#wisata #katolik #paskah #gua maria mojosongo #solo