Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo

Kue Putu Bambu Punya Fakta-fakta Unik Ini, Warga Solo Harus Tahu!

Reinaldo Suryo Negoro • Kamis, 28 Maret 2024 | 04:28 WIB

 

Penjual kue putu bambu sering ditemui di wilayah Solo (DOK. PRIBADI/ NORA)
Penjual kue putu bambu sering ditemui di wilayah Solo (DOK. PRIBADI/ NORA)

SOLOBALAPAN.COM - Kue Putu Bambu salah satu kue basah jajanan tradisional khas Jawa yang dijual di berbagai wilayah termasuk Solo.

Di balik kenikmatannya, ternyata kue putu bambu memiliki berbagai fakta unik, sebagai berikut:

1. Asal nama

Fakta unik yang pertama ini adalah berkaitan ini adalah asal namanya.

Kue putu berasal dari bahasa Jawa yaitu puthu, yang artinya kue berbahan dasar tepung beras yang berisi gula jawa dan parutan kelapa.

Banyak juga warganet yang berkata jika kue putu merupakan singkatan dari "pencari uang tenaga uap".

2. Kedatangannya ditandai bunyi yang unik

Di Solo, masih ada pedagang kue putu bambu keliling, tahukah kamu darimana bunyi yang seperti peluit itu muncul?

Bunyi tersebut berasal dari uap yang keluar melewati celah kecil pada kukusan putu.

Bunyi melengking ini sering menjadi penanda bahwa penjual kue putu ini lewat dan pembeli pun akan segera bergegas menghampiri untuk membelinya.

3. Cara pembuatannya unik

Kue ini dibuat dengan cara adonan tepung beras dimasukkan ke dalam cetakan kecil dari bambu.

Kemudian, pada bagian tengahnya diisi gula merah yang sudah disisir kemudian diisi kembali dengan adonan tepung beras yang sedikit dipadatkan.

Setelah itu cetakan bambu dipanaskan di atas kaleng bekas kemasan minyak goreng yang diberi lubang.

Di dalam kaleng bekas tersebut terdapat kompor dan tempat untuk memasak air, uap dari air mendidih ini yang membuat putu menjadi matang.

Tak jarang, cara memasaknya yang unik menjadi tontonan yang menarik bagi para pembeli.

4. Perpaduan bahannya memberi rasa unik

Kue putu bambu disajikan dengan parutan kelapa.

Perpaduan tepung beras, gula merah, dan parutan kelapa inilah yang menjadikan kue tradisional ini memiliki citarasa gurih dan manis. (mg6/rei)

Editor : Reinaldo Suryo Negoro
#fakta #unik #Kue Putu Bambu