SOLOBALAPAN.COM - Pasar Ngebuk berada di desa Bogor, Kecamatan Cawas, Kabupaten Klaten, 'ngebuk' adalah pasar tradisional yang tidak terlalu besar dan berada di sekitar jembatan Bogor.
Saat ditelisik, pasar ini rupanya sudah berdiri cukup lama. Uniknya pasar ini bukanlah seperti pasar pada umumnya yang berada dibawah bangunan dengan tembok yang tinggi.
Melainkan di pasar ngebuk ini para pedagang pasar menjual dagangannya dipinggiran jalan.
Untuk membangun tempat berdagang di sini juga tidak terlalu rumit, yakni menggunakan kayu atau bambu lalu diatasnya diberi kain atau terpal untuk melindungi dagangan dan memberi ruang teduh untuk pedagang.
Pasar Ngebuk diambil dari kata ngebuk atau buk artinya berupa tembok yang tidak terlalu tinggi, tembok ini biasanya digunakan untuk duduk bisa juga untuk bersandar.
Banyaknya pedagang yang berdagang disekitar buk ini membuat pasar ini dinamakan Pasar Ngebuk.
Walaupun pasar ngebuk ini kecil, namun letaknya sangat strategis karena berada di perbatasan dua kabupaten yakni kabupaten Sukoharjo dan kabupaten Klaten.
Pasar Ngebuk buka setiap pasaran Legi. Namun pasaran legi di wilayah Sukoharjo dan Klaten banyak yang menggunakan hari jawa. Yaitu meliputi 5 hari, diantaranya Kliwon, Legi, Pahing, Pon, Wage.
Mbah S selaku pedagang mengungkapkan "pasar ini sudah sejak lama ada disini, sejak anakku masih kecil, sudah 20an tahun, tetapi tahun berapa itu saya sudah lupa, saya juga bukan orang sini, jadi tidak tahu pasti," ujarnya pada Senin, (25/3).
Untuk jam operasionalnya sendiri, Pasar Ngebuk ini buka pada jam 05.00 WIB, pasar ini bisa dijadikan pilihan untuk berbelanja karena tempatnya yang unik dan mudah dijangkau. (mg3/nda)
Editor : Nindia Aprilia