Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo

Wisata Solo Raya: Jelajah Desa Wisata Sejarah di Sukoharjo Sambil Belajar Proses Pembuatan Batik!

Iwan Kawul • Jumat, 22 Maret 2024 | 20:30 WIB
Sejumlah wisatawan mancanegara melihat proses pembuatan batik di Kampung Kedunggudel, Kelurahan Kenep, Kecamatan Sukoharjo Kota.
Sejumlah wisatawan mancanegara melihat proses pembuatan batik di Kampung Kedunggudel, Kelurahan Kenep, Kecamatan Sukoharjo Kota.

SOLOBALAPAN.COM - Kabupaten Sukoharjo sangat memukau dengan berbagai jejak perjalanan sejarahnya.

Mulai dari wisata sejarahnya yang hadir di tengah masyarakat dan bisa nikmati berbagai budaya yang ada di Sukoharjo.

Namun sayangnya kini wisata sejarah dan budaya seakan kurang diminati sebagai kemasan wisata dengan nilai edukasi.

Hal tersebut terlihat jika dibandingkan dengan destinasi wisata yang berbasis wisata buatan.

Yuk mari, mulai minati wisata sejarah dan budaya. Salah satunya yakni wisata ke Kampung Kedunggudel, Kelurahan Kenep, Kecamatan Sukoharjo Kota.

Tidak sulit untuk mencari keberadaan kampung ini, karena sudah memiliki ikon desa wisata dengan pusat kawasan berada di daerah Kedung Gudel.

Daerah ini terkenal dengan komoditi batik, jenang, dan peninggalan sejarah Masjid Kuno yang erat kaitannya dengan jejak gerilya Pangeran Diponegoro masa penjajahan Belanda.

"Kondisi pedesaan yang masih alami, semakin memberikan nuansa desa kuno dengan bangunan arsitektur era kolonial dan jawa membuat kampung ini menarik untuk dijadikan komoditas wisata," kata Chris Broto pegiat pariwisata Sasmita Tour Travel.

Kampung Kedunggudel sangat menarik, meski tak jauh dari pusat kota, namun potensi wisata berbasis alam dan budaya masih mendominasi untuk dikembangkan menjadi atraksi wisata edukasi.

Di Kampung ini terdapat warisan budaya dunia yaitu batik dan bisa menjelajah budaya desa dengan metode experiential travel atau berbasis pengalaman dengan cara menyusuri kampung dimulai situs budaya Masjid Darussalam.

Dimulai dengan menyaksikan dan berbelanja di pasar tradisional yang masih otentik, edukasi arsitektural bangunan jawa dan kolonial.

Kemudian mengunjungi dan terlibat dalam pembuatan Batik tulis atau cap di salah satu pengrajinnya.

Selain itu wisatawan bisa turut serta membuat jenang khas Kedunggudel yang memiliki cara pembuatan unik dan jenis-jenis yang beragam.

"Aliran Sungai Bengawan Solo yang melintasi Kampung ini, juga menjadi konten edukasi tentang sejarah Joko Tingkir," katanya.

Kedunggudel menyimpan histori yang cukup menarik. Berdirinya kampung ini tak bisa lepas dari penyebaran ajaran Islam yang dilakukan para alim ulama di Jawa.

Banyak bukti bersejarah berupa masjid yang dibangun para alim ulama di Kampung Kedunggudel.

Kala itu, para alim ulama menyebarkan ajaran Islam melalui jalur Sungai Bengawan Solo yang menghubungkan wilayah Solo hingga Gresik, Jawa Timur.

Sungai Bengawan Solo menjadi jalur transportasi utama yang menghubungkan Kedunggudel dengan beberapa daerah.

Bahkan, jaman dahulu, pusat perekonomian Sukoharjo terletak di sekitar wilayah Kedunggudel.

Kala itu, aktivitas perekonomian dipusatkan di sekitar Kedunggudel lantaran berdekatan dengan Sungai Bengawan Solo.

“Kampung Kedunggudel memiliki sejarah menarik yang harus dijaga dan dilestarikan. Hal ini tak ditemukan di desa lain di Sukoharjo,” kata dia.  (kwl)

Editor : Nindia Aprilia
#wisata #budaya #sejarah #sukoharjo #batil