SOLOBALAPAN.COM - Bukit Mongkrang merupakan salah satu bukit yang bisa diakses melalui Cemoro Kandang Karanganyar.
Untuk memasuki lokasi tersebut setiap wisatawan wajib memperhatikan barang bawaannya agar tetap mampu menjaga keamanan diri saat melakukan pendakian.
Bukit Mongkrang ini memiliki ketinggian sekitar 2.194 yang dapat diakses juga oleh para pendaki pemula setelah menaklukkan Gunung Andong.
Lokasi bukit Mongkrang yaitu berada di Lapangan Tlogo Dringo Karanganyar, Gondosuli Kidul, Gondosuli, Tawangmangu, Karanganyar, Jawa Tengah.
Sebelum memasuki wilayah track pendakian, setiap wisatawan akan dikenakan biaya sebesar Rp 10.000 dan Rp 15.000 untuk melakukan kegiatan ngecamp.
Setelah selesai melakukan kegiatan administrasi, setiap wisatawan diwajibkan untuk mengecek kembali barang-barang bawaannya.
Lalu melanjutkan perjalanan selama kurang lebih 65 menit untuk tiba di bukit terendah dari Mongkrang.
Bukit ini memiliki nama Candi 1 dan Candi 2, dari lokasi tersebutwisatawan bisa menikmati keindahan alam dari tanah lapang yang cukup datar.
Dari Candi 1 dan Candi 2 setiap wisatawan dapat melihat puncak gunung yang lebih tinggi lagi beserta pemandangan gunung Lawu di sisi lain dari bukit candi.
"Waktu itu saya kira puncak gunung Mongkrang itu ada di bukit Candi. Ternyata setelah berada di bukit candi, saya dan teman-teman harus melewati track yang nanjak turun nanjak selama tiga jam tiga puluh menit," ujar Aryanti salah satu pengunjung.
"Semakin menuju ke puncak Mongkrang jalannya semakin sempit penuh dengan tantangan. Tapi ngga perlu risau, buat pendaki pemula seperti kita-kita ini. Mongkrang bisa jadi tempat yang cocok untuk di taklukkan." Tambahnya saat diwawancarai.
Mongkrang juga masuk menjadi salah satu kategori primadona wisata alam Karanganyar dikarenakan Mongkrang memiliki keindahan alam yang estetik.
Tetapi untuk menikmati keindahan tersebut, diharapkan bagi setiap pendaki atau wisatawan agar selalu memperhatikan cuaca sebelum pendakian.
Dengan memperhatikan cuaca, maka wisatawan bisa memahami berbagai resiko yang akan terjadi nantinya. (mg3/nda)
Editor : Nindia Aprilia