SOLOBALAPAN.COM - Bulan Ramadhan merupakan momen yang paling ditunggu oleh seluruh umat Islam di penjuru dunia.
Selama sebulan penuh, kita diwajibkan untuk menahan diri untuk tidak makan atau minum dari terbit fajar hingga terbenam.
Selain itu, kita juga dianjurkan untuk fokus pada perkembangan spiritual, refleksi, dan kualitas ibadah selama Ramadhan.
Ibadah puasa di bulan Ramadhan selain menimbulkan tantangan haus dan lapar, ada juga tantangan lain ketika kamu memiliki eating disorder atau gangguan makan.
\Baca Juga: Selama Bulan Ramadhan 2024, Masjid Jami Assegaf Solo Sediakan Buka Puasa Gratis Untuk Jamaah
Melansir dari Healthline.com, mungkin bagi kamu yang memiliki eating disorder, Ramadhan bisa saja terasa penuh dengan konflik dan tantangan.
Pasalnya, siklus puasa dengan makan sehari-hari akan membuat kamu merasa perlu membatasi asupan makanan, makan dengan jumlah banyak secara langsung, atau harus buang air besar setelah makan.
Meski begitu, Ramadhan dimaksudkan untuk mengembangkan diri melalui tantangan dalam banyak hal dan bukan memberi dampak negatif bagi kesehatan fisik maupun mental kamu.
Berikut 5 tips untuk mengatasi gangguan makan saat berpuasa di bulan Ramadhan.
1. Menetapkan Batasan
Sebagian besar umat Islam memang menjadikan momen berbuka puasa untuk dinikmati bersama dengan muslim lain.
Sebab, budaya muslim memang menjadikan momen tersebut seperti acara sosial misalnya, pesta makan malam bersama atau acara buka bersama.
Dengan menetapkan batasan makanan mungkin membuatmu untuk memilih tidak menghadiri acara tersebut.
Bahkan, mungkin saja bisa membuatmu tidak nyaman dan cemas untuk sekedar membicarakannya.
Namun, melakukan penolakan ajakan saat acara ataupun menetapkan batasan bukan berarti kamu tidak mau bersosialisasi terutama di bulan Ramadhan.
Sebab, selain buka bersama, kamu tetap bisa bertemu dan bertegur sapa ketika tarawih atau saat menjadi sukarelawan di acara amal lain.
2. Melaksanakan Sahur
Selama bulan Ramadhan, tentunya seluruh umat Islam dianjurkan untuk bangun sebelum fajar guna bangun sahur.
Apabila kamu memilih untuk berpuasa di samping memiliki gangguan makan, maka bangun saat sahur menjadi sangat penting.
Sebaiknya kamu juga mengonsumsi makanan tinggi protein, mengandung lemak sehat, serta karbohidrat kompleks.
Pasalnya, makanan dengan kandungan tersebut bisa mengurangi rasa lelah dan lesu saat berpuasa sepanjang hari.
3. Membuat Jurnal Refleksi saat Ramadhan
Melewati sebulan penuh saat Ramadhan bisa saja memerlukan banyak tekad dan kemauan, hal ini juga dapat menjadi lebih intens ketika kamu memiliki kelainan pola makan.
Menyusun jurnal bisa menjadi cara bagus untuk mencatat dan mengidentifikasi perasaan kamu selama sebulan penuh.
Jurnal tersebut bisa berisi tentang jawaban dari pertanyaan, sebagai berikut:
- Emosi apa yang ditimbulkan seputar makanan hari ini?
- Adakah situasi yang memicu pikiran atau rasa cemas?
- Bagaimana cara mengelola situasi tersebut untuk lain waktu?
- Momen apa yang terasa menyenangkan dan cara supaya hari esok lebih baik?
4. Menjadikan Sholat sebagai Kesempatan Refleksi
Melakukan ibadah sholat yang wajib dilaksanakan lima kali sehari dapat memberikan kesempatan bagi kamu untuk beristirahat dan refleksi diri.
Sebab, ketika mendirikan sholat kamu bisa beristirahat dari tugas harian dan menemukan waktu untuk menyadari diri.
Bisa dengan mencari tempat tenang untuk beribadah sholat, merenungkan diri, dan fokus pada gerakan sholat.
Bahkan, beberapa penelitian menemukan jika orang yang rutin mendirikan sholat dengan menerapkan mindfulness ini, memiliki kesehatan mental yang lebih baik dibandingkan yang tidak.
5. Menyiapkan Rencana Pencegahan
Mencegah lebih baik daripada mengobati.
Jika menurut kamu puasa saat Ramadhan dapat memperparah gejala gangguan makan, sebaiknya kamu mulai menyusun rencana pencegahannya
Rencana pencegahan tersebut mencakup jawaban pertanyaan, sebagai berikut:
- Apa yang memicu kamu berperilaku demikian dan cara untuk mencegahnya?
- Strategi apa yang berhasil kamu lakukan dan bisa digunakan lagi kedepannya?
- Siapa yang bisa kamu andalkan ketika berada dalam situasi sulit?
Ketika kamu kesulitan untuk melakukan beberapa tips di atas, penting untuk meminta bantuan pada ahli kesehatan.
Hal itu agar mereka bisa membantumu pulih dari gejala yang tak diinginkan. (mg10/rei)
Editor : Reinaldo Suryo Negoro