SOLOBALAPAN.COM - Beberapa wisata umbul di Klaten mengaku alami penurunan jumlah pengunjung jika dibandingkan dengan tahun lalu.
Mengingat biasanya sebelum ramadhan, wisatawan banyak yang datang dan berkunjung untuk melangsungkan sebuah tradisi bernama padusan di berbagai wisata umbul.
Dari pantauan yang dilakukan wartawan pada Minggu (10/3), salah satu yang mempengaruhi adanya penurunan jumlah pengunjung ialah penentuan bulan suci ramadhan yang tak serentak.
Seperti yang terjadi di Umbul Kemanten, Desa Sidowayah, Kecamatan Polanharjo untuk wisatawan yang datang pada Minggu (10/3) sekira 3.000 orang.
Dibandingkan dengan tahun lalu pada momen yang sama justru mengalami penurunan.
“Kalau padusan yang lalu kan cuma kami laksanakan sehari saja. Sedangkan tahun ini dibagi dua hari. Kalau dibandingkan tahun lalu otomatis lebih banyak karena sebelumnya bisa mencapai 5.000 pengunjung,” jelas Koordinator Lapangan Umul Kemanten, Alwan Nugroho saat ditemui Jawa Pos Radar Solo di lokasi, Senin (11/3).
Lebih lanjut, Alwan menjelaskan, mengungkapkan, perbedaan awal puasa ramadan membuat wisatawan tidak hanya datang di puncak kunjungan yang terjadi pada Minggu (10/3) saja.
Tetapi juga terbagi dengan datang pada Senin (11/3) yang diperkirakan sekira 2.000 pengunjung. Mengingat mereka baru menjalankan puasa pada Selasa (12/3).
Khusus pada momen padusan kali ini, pengelola Umbul Kemanten telah menambah space bagi wisatawan.
Berupa satu pendapa, satu joglo dan satu kolam serta gazebo di area lahan seluas sekira 1.000 meter persegi.
Hal itu menjadikan wisatawan tidak hanya terpusat di sekitar umbul yang tempat berenang utama.
“Jadi sekarang di Umbul Kemanten ada lima kolam. Dua diantaranya merupakan kolam buatan. Sedangkan yang lainnya masih alami,” tambah Alwan.
Ia mengungkapkan, dengan penambahan area itu menjadikan wisatawan yang datang ke Umbul Kemanten tidak hanya sekadar berenang saja.
Tetapi memiliki jeda sehingga bisa bersantai dan beristirahat bersama keluarga di pendapa, joglo maupun gazebo.
Penurunan jumlah pengunjung saat momen padusan pada Minggu (10/3) juga terjadi di Umbul Pelem, Desa Wunut, Kecamatan Tulung. Hal itu diungkapkan oleh Direktur BUMDes Sumber Kamulyan Sariyanto saat ditemui Jawa Pos Radar Solo pada Minggu (11/3).
“Kalau jumlah pengunjung yang datang ke Umbul Pelem pada Minggu (11/3) hanya ada sekira 5.000 orang. Dibandingkan dengan 2023 pada momen yang sama terdapat tren penurunan sedikit. Soalnya kalau tahun lalu bisa mencapai 6.000 pengunjung,” jelas Sariyanto.
Lebih lanjut, Sariyanto mengungkapkan, penurunan jumlah kunjungan ke Umbul Pelem saat momen padusan dikarenakan kemunculan sejumlah wisata air di sekitarnya.
Hal itu menjadikan pengunjung tidak terpusat lagi ke Umbul Pelem lagi tetapi terbagi di beberapa lokasi.
“Beberapa kemunculan wisata air yang ada di Klaten dan Boyolali cukup berpengaruh. Mungkin dibagi-bagi, sehingga wisatawan banyak pilihan sehingga tidak terpusat satu hingga dua lokasi saja,” jelas Sariyanto.
Ia mengungkapkan, tidak ada faktor lainnya, disamping perbedaan penetuan awal puasa ramadan pada tahun ini.
Sedangkan untuk jumlah kunjungan wisatawan pada Senin (11/3) di Umbul Pelem hanya sekira 2.500 pengunjung saja.
Dengan begitu nampak jelas bahwa ada penurunan jumlah pengunjung jika dibandingkan dengan tahun lalu. (ren/nda)
Editor : Nindia Aprilia