Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo

Pasar Triwindu Solo Menjual Berbagai Barang Antik dan Menarik, Harganya Capai Belasan Juta!

Nindia Aprilia • Rabu, 6 Maret 2024 | 20:24 WIB
Pasar Triwindu dengan berbagai barang antik yang dijual di Solo.
Pasar Triwindu dengan berbagai barang antik yang dijual di Solo.

SOLOBALAPAN.COM - Solo memiliki berbagai kebudayaan dan juga kearifan lokalnya yang sangat melekat. Apalagi berbagai barang antik yang bisa dinikmati melalui Pasar Triwindu.

Pasar Triwindu merupakan salah satu pasar yang ada di kota Solo, namun pasar triwindu ini menjadi satu satunya pasar yang jadi pelopor jual beli barang antik di kota Solo dan sekitarnya.

Pasar triwindu terletak di Jl. Diponegoro, Keprabon, Kec. Banjarsari, Kota Surakarta, Jawa Tengah.

Pasar triwindu memiliki nuansa kebudayaan yang sangat unik, dari bangunan pasar berwarna coklat yang terkesan historis, serta pahatan pahatan khas Jawa yang menyimbolkan kebudayaan dan sangat tradisional.

Pasar ini memiliki kurang lebih 300 kios dengan memiliki jumlah 2 lantai.

Dikutip dari laman pemerintahan kota Surakarta bahwa Pasar Triwindu sudah berdiri selama lebih dari tujuh dasawarsa.

Dibangun pada tahun 1939, Pasar Triwindu telah berganti wajah beberapa kali.

Dahulu, pasar ini dibangun bertepatan dengan 24 tahun Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (KGPAA) Mangkunegara VII bertahta.

Namanya, Triwindu yang berarti delapan tahun rangkap tiga, juga dipilih untuk memperingati hari bersejarah tersebut.

Pertama kali dibangun, pasar ini hanyalah lahan kecil dengan meja-meja sederhana. Para pedagang menjual kue-kue tradisional, pakaian, majalah ataupun koran.

Seiring dengan waktu, banyak para penjajah yang membangun kios sendiri, dan pasar sederhana yang tadinya menjual kebutuhan sehari-hari pun berubah menjadi tempat jual beli barang antik.

Pasar triwindu menjual barang barang antik seperti halnya gerabah model klasik, kuno, dan modern.

Terdapat juga alat alat senjata, hiasan meja, topeng, wayang kulit, bahkan berbagai jenis barang yang bernuansa jaman dulu dan unik unik.

Harga jual barang tergantung pemiliknya dan nilai historis, dan itupun menyesuaikan jenis barang.

“Saya pernah menjual barang paling mahal itu berupa tv tabung besar, tapi milik keraton, dibeli dengan kolektor orang Jogja seharga 11 juta," Ucap Bapak Sumarmo, (50) selku pemilik kios di Pasar Triwindu.

“Mendapatkan barang antik itu sulit, sampai terkadang saya harus keliling warga buat nyari barang antik," lanjutnya.

pasar triwindu terkenal ramai bagi pecinta barang barang antik. Tidak dipungut biaya masuk, dan buka dari pagi hingga sore sekitar pukul 16.00. (Mg6/nda)

Editor : Nindia Aprilia
#kebudayaan #Antik #Pasar Triwindu #solo #Barang