SOLOBALAPAN.COM - Tak jauh dari Kota Solo, tepatnya di wilayah Kabupaten Karanganyar tersimpan banyak panorama alam yang memanjakan mata.
Udara yang sejuk dibawah kaki Gunung Lawu, membuat daerah tersebut menjadi destinasi yang wajib dikunjungi wisatawan dari berbagai daerah.
Di sana terdapat beberapa air terjun yang telah populer dan sering dijadikan tempat wisata, seperti air terjun Grojogan Sewu dan air terjun Jumog di Ngargoyoso.
Namun siapa sangka, Karanganyar juga memiliki air terjun Jumog Putri yang terkenal asri namun masih jarang dikunjungi wisatawan karena kurang populer.
Padahal ketika orang-orang mengendarai kendaraan ke arah Cemoro Kandang, air terjun Jumog Putri terlihat jelas dari sisi pinggi jalan.
Wisatawan masih belum sadar akan keberadaan air terjun ini yang bisa diakses oleh pengunjung.
Air terjun Jumog Putri berada di sisi pinggir jalan raya Tawangmangu, tepatnya di Area Hutan, Gondosuli, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar.
Dari sisi pinggir jalan sudah terlihat plang penanda letak air terjun Jumog Putri. Di sana terdapat warung makan sekaligus menjadi tempat ditariknya retribusi masuk.
Untuk Februari tahun 2024 ini, tarif biaya masuknya sebesar Rp 5.000 per orang dan untuk parkir sepeda motor Rp 2.000.
Tarif yang terjangkau membuat kepopuleran air terjun Jumog Putri hanya didatangi oleh orang-orang tertentu saja.
Biasanya dari kalangan pecinta alam maupun yang mengikuti tour jeep untuk mengunjungi air terjun tersebut.
Ketika memasuki musim hujan aliran air cukup deras, sangat dingin, dan terlihat jernih.
Bebatuan yang ada di air terjun Jumog Putri pun sangat ramah untuk diinjak, sehingga pengunjung dapat berfoto langsung di aliran air.
Disamping itu, pada bagian atas terdapat gazebo yang langsung menghadap ke aliran air dan membuat panorama yang ditawarkan sangat indah.
Keistimewaan air terjun Jumog Putri terdapat pada akses jalan menuju air terjun yang bisa dijangkau oleh siapa saja.
Tanpa harus treking lama, wisatawan juga bisa langsung berenang di area air terjun tersebut.
Sayangnya di lokasi air terjun Jumog Putri belum ada kamar mandi, sehingga bagi wisatawan yang ingin berganti baju harus memakai penutup kain sendiri.
"Tempat ini rasanya private sekali, sejuk, dingin dan damai. Ya harapan kedepannya semoga ada kamar mandi atau bilik untuk ganti baju, airnya seger sekali sayang banget kalau tidak buat berenang,"tutur Riris Dwi selaku pengunjung.
Kala menginjakkan kaki di kawasan air terjun, pemandangan yang ditawarkan sangat memanjakan maja, bernuansa hijau asri dan hawanya sejuk.
Pepohonan rindang serta tumbuhan yang tumbuh di sekitar areanya membuat udara terasa segar.
Apalagi tangga yang ada di sana masih menggunakan bebatuan yang di atasnya mempunyai spot foto mengarah ke aliran air.
Suara percikan air terjun, dipadukan dengan merdunya kicau burung dan suara angin dari pepohonan membuat air terjun Jumog Putri cocok untuk jadi tempat healing yang damai. (Mg12/nda)