SOLOBALAPAN.COM - Selain dijadikan tempat wisata, ternyata waduk cengklik juga dijadikan sebagai tempat mencari nafkah untuk masyarakat sekitar.
Salah satunya ialah dengan pemanfaatan waduk cengklik sebagai tempat penangkaran ikan menggunakan metode keramba.
Meskipun begitu proses pembuatan keramba ini juga cukup memakan waktu yang cukup lama.
Langkah-langkah awal pembuatan keramba adalah dengan menggunakan bambu sebanyak 30 buah atau lebih, dadung pelastik sebanyak belasan buah, kemudian Tali tambang.
Beberapa bahan yang sudah ada tadi kemudian dirakit menjadi bentuk persegi yang kemudian dalam satu keramba biasanya terdiri dari enam kotak atau delapan kotak keramba.
Sebelum diletakan secara permanen, keramba apung di waduk cengklik dicek terlebih dahulu kelayakannya untuk dipergunakan.
Setelah itu bila dirasa sudah layak keramba akan dipasang jaring.
Kemudian keramba yang sudah siap dipakai akan dibawa ke Tengah waduk untuk dipasang permanen.
Budi daya ikan di keramba waduk cengklik ini didominasi oleh ikan nila.
"Untuk budidaya ikan disini ikan nila. Biasanya dipanen setiap beberapa Minggu sekali tapi kalo lagi sulit bisa mencapai 1 bulan sekali" Ucap Ardi seorang pemuda yang menggeluti budidaya ikan di keramba waduk cengklik.
Adapun beberapa faktor yang mempengaruhi kecil atau besarnya ikan beserta cepat lambatnya panen ikan ialah cuaca serta suhu air.
"Biasanya kalo cuaca sedang mengalami hujan angin, ikan-ikan jarang untuk diberikan makanan. Sehingga ukuran ikan pun kurus" tambahnya saat diwawancarai.
Menurut beberapa pemilik keramba, keramba juga bisa dijadikan sebuah tempat wisata asalkan para pengunjung tidak mencuri ikan-ikan dan selalu mengikuti peraturan keselamatan.
"Untuk mengunjungi tempat keramba diwaduk cengklik seseorang perlu mengeluarkan uang sebesar Rp.60.000 persatu perahu yang maksimal hanya bisa di isi oleh 6 orang saja" ucap salah satu pemilik perahu wisata yang juga menggeluti usaha di penangkaran keramba ikan. (Mg3/nda)
Editor : Nindia Aprilia