SOLOBALAPAN.COM - Radya Pustaka menjadi museum tertua di Indonesia. Letaknya tak jauh dari Taman Sriwedari Solo, dibangun oleh Kanjeng Raden Adipati Sosrodiningrat IV pada tahun 1890.
Dilansir dari akun Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Solo tertera bahwa, Kanjeng Raden Adipati Sosrodiningrat IV pernah menjabat sebagai Patih Pakubuwono IX dan Pakubuwono X.
Museum Radya Pustaka dipindahkan ke lokasinya sekarang ini yaitu di Jalan Slamet Riyadi, Surakarta, pada 1 Januari 1913.
Saat itu gedung museum merupakan rumah kediaman seorang warga Belanda bernama Johannes Busselaar.
Radya Pustaka berlokasi lengkap di Jl. Slamet Riyadi No.275, Sriwedari, Kec. Laweyan, Kota Surakarta, Jawa Tengah.
Museum ini memiliki simbolis khas di depan pintu sebagai penanda yaitu patung Ronggo Warsito.
Adapun koleksi yang ada sampai kini ada berbagai macam seperti senjata dan pusaka yang meliputi tombak, keris pusaka, celurit, pisau peninggalan kerajaan, alat peperangan, dan peralatan pertanian zaman dulu.
Ada juga benda-benda dapur kuno meliputi piring makan zaman dulu, piring penghargaan, mangkok, gelas bahkan sendok garpu serta guci guci kecil zaman dahulu.
Tak ketinggalan, ada juga gamelan kuno yang terpampang jelas di area tengah,
Ada juga peninggalan-peninggalan bersejarah lain seperti Chantik Rajamala atau kepala kapal peninggalan kerajaan, arca arca dewi, arca dewa dan arca simbolis lainnya.
Radya pustaka juga menyimpan beberapa manuskrip lama, naskah naskah kuno, serta koleksi uang dan beberapa atribut pakaian adat dan miniatur kendaraan kerajaan pada masanya.
Terkait perawatan koleksi-koleksi tersebut, Shofia selaku petugas magang Radya Pustaka pun menjelaskan.
“Ada jadwal dan waktu yang telah disepakati untuk melakukan penataan ulang atau dibersihkan secara intensif," jelas Shofia.
"Sedangkan kalau hanya kebersihan luar dilakukan secara piket bersama oleh teman magang yang lain setiap hari secara bergantian," terangnya. (mg6/rei)