SOLOBALAPAN.COM - Sate kere menjadi salah satu makanan khas Jawa Tengah, kususnya banyak dijumpai di Kota Solo.
Namun, saat ini peminat sate kere sudah mulai turun dan sudah jarang disukai oleh masyarakat masa kini.
Saat ini masih ada beberapa penjual sate kere yang masih populer khusunya di Kota Solo.
Salah satunya sate kere khas resep 80 an milik yu Tari asli Mangkubumen, Solo.
Diketahui sudah berdagang dari tahun 1980 hingga 2024 dan kini diteruskan oleh anaknya.
Penjualan Sate Kere ini mampu menembus 1,5 juta dalam sehari dengan jumlah perkiraan 700 tusuk.
Sate Kere Yu Tari ini memiliki keunikan, sate dipanggang dengan arang dan kipas manual, serta dipanggang dalam jangka waktu tertentu.
Selain itu Sate Kere ini dipadu dengan bumbu kacang, berambang, serta pemanggangan tiga kali sehingga aroma sate dan bumbu dapat dirasakan kenikmatannya.
Kedai Sate Kere Yu Tari ini memiliki berbagai macam sate antara lain sate daging, sate gembus, sate usus, sate ginjal, sate jeroan, sate kulit, sate ayam dan sate tetelan.
Untuk jam bukanya sendiri Sate Kere Yu Tari buka mulai jam 8 sampai jam 12, dan buka lagi jam 4 sore sampai jam 10 malam.
Lokasi penjualannya ada 2 yaitu di Parkiran Sami Luwes, Jl. Honggowongso No.28-107, Sriwedari, Kec. Laweyan, Kota Surakarta, Jawa Tengah dan Jl. Prof. DR. Supomo, Sriwedari, Kec. Laweyan, Kota Surakarta.
Untuk harga satenya sendiri dipatok dari harga Rp 1.500 sampai Rp 2.500, serta ada tambahan lontong dengan harga Rp 5.000.
Kedai ini juga menerima pesanan untuk keperluan acara bahkan menyediakan pesan antar dan pesanan dalam jumlah yang besar. (Mg 6/nda)