SOLOBALAPAN.COM - Dalam acara Tingalan Jumenengan K.G.P.A.A Mangkoenagoro X, terdapat pertunjukan wayang Potehi yang digelar pada Minggu (26/2) malam.
Wayang potehi sendiri merupakan boneka pertunjukan yang terbuat dari bahan dasar kain.
Cara memainkan wayang potehi juga cukup unik, yaitu menggunakan lima jari yang dimasukkan ke boneka wayang.
Kemudian untuk menghidupkan suasana, mereka akan menggiringi pertunjukan wayang menggunakan alat musik tradisional.
Pada malam itu, pertunjukan wayang digelar di Candi Ratna dan untuk ikut menyaksikannya juga sangat mudah.
Pengunjung hanya perlu menulis nama, asal, nomor HP, dan tanda tangan.
Sebelum masuk pengunjung diberi gelang di mana gelang tersebut tertuliskan pertunjukan wayang Potehi, hari tanggal, dan pastinya terdapat tulisan Pracima Tuin, Pura Mangkunegaran.
Terdapat sebuah aturan saat akan memasuki lokasi pertunjukan wayang ini, yakni pengunjung harus melepaskan alas kaki saat hendak masuk ke Candi Ratna.
Namun, jika tidak ingin menonton di dalam ruangan, anda bisa menyaksikan pertunjukan wayang melalui proyektor di luar candi.
Pengunjung yang hadir cukup antusias. Terlihat dari depan sampai belakang tempat duduk full oleh pengunjung.
Dalam pertunjukan wayang ini, para abdi dalem memberikan segelas teh pracimasana kepada pengunjung yang ada di sana secara gratis.
"Jika ingin menikmati teh ini lagi, bisa reservasi dulu ke resto Pracima Tuin," jelas Regina selaku abdi dalem Pura Mangkunegaran.
Ternyata teh yang dihidangkan oleh abdi dalem pada pertunjukan wayang Potehi ini dari resto Pracima Tuin.
Jika berkunjung ke resto Pracima Tuin, maka segelas teh Pracimasana dibandrol dengan harga Rp 30.000.
Dengan adanya panggung gelar budaya akulturasi Jawa dan Tionghoa ini diharapkan dapat memperkokoh keberagaman, eksistensi, dan, kebudayaan Nusantara seperti yang dikatakan oleh pembawa acara pada acara ini. (Mg4/nda)