SOLOBALAPAN.COM - Kepopuleran Pasar Bahulak kini makin jadi daya tarik bagi wisatawan apalagi saat berkunjung ke Solo Raya.
Diketahui pasar bahulak ini beralamat di Dukuh, Sawahan, Karungan, Kecamatan Plupuh, Kabupaten Sragen.
Pasar bahulak hanya buka pada hari tertentu, yakni tiap Minggu Pahing dan Minggu Legi dalam penanggalan Jawa yang konon dipercaya sebagai hari yang berkah.
Biasanya pengunjung yang datang memang lebih dominan luar Sragen. Saking terkenalnya karena pasar tersebut memiliki gaya tradisional yang masih sangat kental dengan nuansa pedesaan.
Sesuai dengan namanya, bahulak memiliki makna dahulu kala yang mana memang memiliki suasana khas pada zaman dahulu.
Terletak di tengah hamparan sawah dan dipenuhi pohon yang rindang membuat hawa di Pasar Bahulak semakin sejuk dan semilir.
Pasar Bahulak mulai buka pada pukul 06.00 WIB sampai dengan habisnya makanan.
Makanan yang dijual juga sangat beraneka ragam, mulai dari jamu, es dawet, es kopyor, soto, pecel, bothok, pepes, sego tiwul, sego jagung, sego abang dan jajanan pasar lainnya.
Nah ini nih yang membuat pasar bahulak unik, yakni ketika mau membeli semua makanan di sana harus menukarkan uang terlebih dahulu.
Uang yang ditukarkan akan berubah menjadi sekoin uang yang berasal dari batok kelapa. Dan satu keping koin batok kelapa memiliki nilai Rp 2.000.
Pengunjungpun bebas mau menukarkan koin sebanyak-banyaknya. Dan jika koin tersebut masih tersisa, maka dapat ditukarkan kembali ke dalam wujud uang.
Selain fokus pada makanan zaman dahulu, Pasar Bahulak juga turut mengembankan kreativitas budaya masyarakat setempat dengan menampilkan seni tari, seni karawitan, dan nembang lagu jawa
Biasanya penampilan seni tari dilakukan sesaat setelah pasar dibuka.
"Iya kami sudah tampil menari tadi pagi, ada 7 orang penari juga dan usianya hampir sama semua."tutur Wawa penari cilik.
Terpantau pada hari ini Minggu (25/2) ada kurang lebih 15 stand yang berjualan di sana apalagi minggu itu merupakan yang terakhir jelang ramadhan.
"Dulu ramai, banyak penjual sampai belakang, mungkin karena masa panen jadi penjual lebih fokus pada sawahnya."ungkap Yu Jum penjual bothok dan pepes.
Kebanyakan pengunjung yang datang berasal dari luar desa, dan datang secara rombongan menggunakan kereta kelinci, mini bus, mobil, bahkan rombongan gowes dari berbagai daerah.
"Baru pertama kali ke sini, taunya dari info medsos, makanya saya datang ke sini bersama keluarga."tutur Bu Siti salah satu pengunjung pasar bahulak.
Terdapat juga area dolanan bocah dengan berbagai mainan klasik seperti ayunan, egrang, prosotan, dan jungkat-jungkit.
Fasilitas penunjang lainnya seperti tersedia banyaknya kamar mandi, mushola, pendopo tempat duduk dan meja.
Sehingga dalam hal ini pengunjung yang datang untuk makan bisa sambil duduk dan menikmati alunan musik jawa.
Pasar bahulak telah beroperasi sekitar 4 tahun, dengan memanfaatkan lahan milik desa.
Pedagang di pasar bahulak berharap agar pasar ini terus ramai dan berkembang, sehingga dari hasil penjualan dapat mensejahterakan perekeonomian masyarakat.(Mg12/nda)