SOLOBALAPAN.COM - Bagi orang Tionghoa, Imlek memiliki berbagai kepercayaan yang berbeda dan juga beragam.
Kepercayaan itu mulai dari pola makan, pakaian dan rutinitas yang dilakukan dirumah oleh orang Tionghoa.
Maka dari itu, saat Imlek ada berbagai hal yang perlu diperhatikan sesuai dengan kepercayaan yang diyakini.
Bahkan, menurut orang Tionghoa ada beberapa rutinitas rumah tangga yang tidak boleh dilakukan saat merayakan tahun baru imlek.
Meskipun memiliki kepercayaan yang berbeda-beda, berikut adalah sejumlah kepercayaan masyarakat Tionghoa terkait hidangan selama perayaan Tahun Baru Imlek.
Dilansir dari jawapos, ini dia 8 jenis makanan yang sebaiknya dihindari selama perayaan tahun baru imlek sehingga dijauhkan dari nasib sial dan buruk.
1. Ayam
Meskipun ayam menjadi makanan yang umum, namun ada sebuah kepercayaan bahwa ayam tak boleh disantap ketika tahun baru imlek.
hal ini dikarenakan dalam kepercayaan itu ayam dinggap akan menggaruk ke belakang.
Ada yang mengatakan jika memakan ayam saat tahun baru imlek menandakan orang itu tinggal di masa lalu dan tidak mampu bergerak maju ke masa depan.
Sebab tahun baru jadi sebuah momen yang cocok untuk menyambut kelimpahan dan kemakmuran, mungkin lebih bijak untuk tak melewatkan momen ini.
2. Lobster
Lobster tidak disarankan untuk dihidangkan saat Tahun Baru Imlek karena lobster cenderung berenang mundur.
Mengonsumsinya pada periode tahun baru dianggap dapat mengundang kemunduran dan ketidaknyamanan sepanjang tahun.
Ironisnya, walaupun udang juga mampu berenang mundur, udang justru dianggap sebagai hidangan utama pada musim ini.
Ini karena kata dalam bahasa Kanton yang merujuk pada udang (har) terdengar mirip dengan kata 'tawa', melambangkan kegembiraan dan kebahagiaan.
3. Bubur
Baca Juga: Guna Perbaiki Indeks Gini Ratio, Budaya dan Pariwisata di Kota Solo Jadi Rujukan Utama
Bubur atau bubur nasi gurih merupakan hidangan yang dianggap menenangkan dan menjadi makanan pokok di banyak budaya Asia.
Di kalangan orang Tionghoa, terutama di Tiongkok dan di seluruh dunia, bubur sering dijadikan menu sarapan.
Akan tetapi, memberikan bubur sebagai hidangan sarapan pada perayaan Tahun Baru Imlek dianggap sebagai tindakan yang dihindari berdasarkan sejarah hidangan tersebut.
Pada masa lalu, bubur dikaitkan dengan kemiskinan karena merupakan makanan yang dikonsumsi oleh orang miskin.
4. Makanan berwarna putih
Merah telah dikenal secara luas sebagai warna yang melambangkan keberuntungan dan kemakmuran dalam budaya Tionghoa.
Namun hal ini termanifestasi dengan jelas selama perayaan Tahun Baru Imlek sebagai simbol keberuntungan.
Sebaliknya, warna putih dianggap sebagai pertanda sial karena dikaitkan dengan konsep kematian.
Oleh karena itu, disarankan untuk tidak menyajikan atau mengonsumsi makanan berwarna putih selama periode perayaan Imlek.
Makanan yang termasuk dalam kategori ini adalah tahu, telur, roti putih, dan keju yang memiliki warna putih.
5. Mie yang menyambung dan tak terpotong
Berita baiknya, Anda tidak perlu mengurangi kesenangan anda dalam menikmati mie dalam waktu dekat, bahkan selama perayaan Tahun Baru Imlek.
Namun yang perlu diperhatikan, anda harus selalu memastikan jika mie yang dimakan harus menyambung dan tak terpotong saat menyantapnya ketika pesta tahun baru.
Sudah jadi kepercayaan yang umum di Tiongkok apapun kesempatannya, bahwa memotong mie dipercaya bisa memperpendek usia seseorang.
Dan faktanya, mie panjang yang dimakan diseluruh Tiongkok selama musim perayaan ini dianggap sebagai simbol panjang umur dan kehodupan yang sehat.
Dan mie panjang ini sering dikenal dengan nama "Mie Panjang Umur"
6. Buah Pir
Pir umumnya dinikmati sebagai camilan yang manis dan menyegarkan, tetapi sebaiknya Anda tidak memberikan buah ini kepada orang terkasih selama perayaan Tahun Baru Imlek.
Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa kata "pir" dalam bahasa Mandarin (lí) memiliki pengucapan yang mirip dengan kata dalam bahasa Mandarin yang berarti ‘pergi’.
Memberikan buah pir pada saat acara perayaan dianggap sebagai lambang perpisahan dan sebagai ungkapan 'selamat tinggal'.
Tindakan ini diyakini memiliki konotasi negatif terhadap hubungan dengan teman dan keluarga.
7. Kepiting
Serupa dengan lobster, kepiting merupakan krustasea lain yang sebaiknya dihindari selama perayaan Tahun Baru Imlek.
Hal ini disebabkan oleh gerakan kepiting yang cenderung dari sisi ke sisi, yang konon dianggap dapat membawa kemunduran sepanjang tahun dan menghambat kemajuan Anda.
Namun, jangan khawatir, Anda masih bisa memuaskan hasrat makanan laut Anda dengan menggantinya dengan ikan apa pun yang berenang maju, seperti cod, salmon, atau lele.
8. Pisang
Pir bukanlah satu-satunya jenis buah yang dihindari pada awal tahun.
Meski alasannya agak tidak begitu jelas, ada yang meyakini bahwa buah pisang membawa nasib buruk.
Beberapa orang juga menyebutkan bahwa larangan ini mungkin terkait dengan bentuk seikat pisang yang terbalik, yang menyerupai tangan yang meminta bantuan.
Meskipun memberikan buah sebagai hadiah umum dalam budaya Asia untuk mendoakan keberuntungan seseorang dan mengekspresikan niat baik, disarankan untuk tidak menyertakan buah pir dan pisang.
Sebagai gantinya, lebih baik memilih jeruk, jeruk keprok, atau pomelo yang semuanya dianggap membawa keberuntungan. (Mg6/nda)
Editor : Nindia Aprilia